Imbas Instruksi Gubernur, Hotel di Anyer Ngaku Rugi Rp60 Juta/Hari

274
Aston Anyer Beach Hotel. Foto: Istimewa

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Gubernur Banten memutuskan menutup seluru tempat wisata di Banten mulai 15 Mei sampai 30 Mei 202 nanti.

Akibat keputusan itu, pengelola hotel di Kawasan Pantai Anyer – Cinagka, Kabupaten Serang ngaku kehilangan omset puluhan juta per hari.

“Kalau taksiran kerugian minimalnya saja per hotel bisa dibilang hilang 50 persen dari revenue per hari. Kalau taksiran angka itu Rp60 juta per hotel,” kata Ketua Harian Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang Doddy Fathurohman kepada Ekbisbanten.com, Minggu (16/5) kemarin.

Kerugianan itu belum termasuk yang dialami para pelaku wisata pantai, pedagang, dan warga sekitar Anyer-Cinangka, Kabupaten Serang yang menggantungkan mata pencarian dari datangnya wisatawan yang melakukan libur Lebaran

BACA JUGA : PHRI Kritik Keras Gubernur Banten soal Kebijakan Penutupan Destinasi Wisata

“Hotel bintang 3 sampai 5 di Anyer memang gak terlalu banyak hanya terhitung belasan saja, tapi cukup signifikan neh pak kerugian yang dialami. Karena kan kita sedang coba mengembalikan kepercayaan dari masyarakat, tiba-tiba sekarang setelah kembali (wisata dibuka) tapi gagal gara-gara kebijakan (Gubernur),” kata Cluster General Manager of Aston Cilegon Boutique Hotel & Aston Anyer Beach Hotel ini.

Padahal kata dia, jika penutupan wisata itu disosialisasikan jauh-jauh hari, pengelola hotel tidak akan banyak menelan kerugian.

“Kalaupun dari awal ditutup tidak boleh ada wisata mungkin kita juga akan lebih aman lagi, karena tidak akan ada pengeluaran (tambanhan), pengeluaran promosi, dan karyawan tetap masih dirumahkan. Tapi sekarang karyawan sudah kita panggil semua masuk dan itu harus kita bayar,” katanya.

BACA JUGA: Pengelola Wisata di Anyer Kecewa Terhadap Gubernur Banten

Terlebih lanjut Doddy, penerapan penutupan sementara tempat wisata di Banten di tengah sedang tinggi-tingginya pemesanan kamar hotel. Namun, karena ada aturan penutupan tempat wisata dan khawatir jalan menuju tempat wisatwa diblokir, mereka membatalkan pemesanan kamar hotel secara tiba-tiba.

“Iya betul-betul. Dan ditenga-tengah (aturannnya) diberlakukan. Walaupun harus saya akui kebijakan itu memang ini demi kebaikan masyarakat semua,” katanya.

Sementara itu, dalam keterangan tertulis yang diterima Ekbisbanten.com, Minggu (16/5) kemarin, Gubernur Banten Wahidin Halim menyatakan, meski banyak menuai protes dari berbagai pihak, Pemprov Banten tetap akan menutup tempat wisata hingga 30 Mei 2021 nanti.

Gubernur yang akrab dipanggil WH itu mengaku, hal itu harus dilakukan guna menghindarkan masyarakat Banten dari penyebaran Covid-19.

“Tidak masalah didemo. Karena demo itu kepentingan mereka bukan untuk kepentingan umum. Bagi saya, kepentingan umum harus ditegakkan dan diutamakan,” jelas Gubernur. (ismet)