EKBISBANTEN.COM- Berdasarkan hasil survei Jakpat, sebanyak 74 persen responden mengakui jika merek lokal skincare menarik perhatian dalam 6 bulan terakhir. Dibandingkan dengan merek asing, 73 persen pengguna produk skincare mengakui jika produk skincare lokal lebih cocok dengan kondisi kulit responden.
Dalam kandungan produk skincare, vitamin C masih menjadi bahan perawatan kulit yang paling populer, dengan lebih dari separuh responden mengklaim bahwa produk perawatan kulit mereka mengandung vitamin C. Selain itu, niacinamide dan salicylic acid menjadi kandungan skincare teratas yang paling tenar.
Halal, bebas alkohol, dan uji dermatologis adalah klaim perawatan kulit yang dianggap paling penting oleh sebagian besar responden, dan wanita cenderung lebih mempertimbangkan klaim skincare ini daripada pria.
Survei yang melibatkan lebih dari 2000 responden ini, membahas tiga bagian, yakni tren makeup dengan seluruh responden perempuan, lalu tren skincare dan pembelian produk kecantikan dengan responden perempuan dan laki-laki.
Masih dalam survei, mayoritas perempuan Indonesia menganggap penggunaan makeup penting, terutama bagi mereka yang bekerja setiap hari.
“Kegiatan sehari-hari tampaknya memengaruhi seberapa esensial penggunaan makeup. Sebagian besar pelajar 54 persen dan pekerja 69 persen. Para pekerja menganggap makeup penting dibandingkan dengan mereka yang tidak bekerja sebesar 47 persen,” ujar Head of Research Jakpat, Aska Primardi dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (10/1/2024).
Untuk makeup, lanjutnya, sebagian besar perempuan Indonesia mengakui jika mereka memakai simple makeup dalam kegiatan sehari-hari. Simple makeup mengacu pada penggunaan produk riasan dalam jumlah terbatas dengan maksimal 3 produk. Tren ini ditunjukkan semua kelompok usia, tingkat sosial ekonomi, dan pekerjaan.
“Namun, kecenderungan untuk menggunakan makeup lengkap setiap hari ditunjukkan oleh Gen Z, segmen atas, dan mereka yang bekerja,” ujarnya.
“Pada penggunaan lip product, lip balm memimpin dengan 44 persen, lalu lip cream 40 persen, lipstik 38 persen, liptint 39 persen, dan lipgloss 20 persen. Sedangkan penggunaan brow product banyak yang memakai brow pencil dengan 82 persen, lalu brow gel 40 persen, dan brow pomade 7 persen,” tambahnya.
Kemudian untuk pembelian produk kecantikan, E-commerce menjadi tempat teratas pembelian makeup dan skincare secara online, selain media sosial dan website resmi.
Sedangkan, pembelian makeup secara offline, toko kosmetik memimpin dengan 51 persen, minimarket/supermarket dengan 37 persen, department store 15 persen, dan sales 10 persen.
Terakhir, pembelian skincare secara offline lebih banyak membeli di minimarket, supermarket dengan 38 persen, toko kosmetik 32 persen, department store 17 persen, dan sales 8 persen.