Hasil RUPS, KS Umumkan Laba Bersih 2020 Capai USD 22,6 Juta

30
Foto (Dok/Krakatau Steel)

JAKARTA,EKBISBANTEN.COM – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di tahun 2020 berhasil mencatatkan laba bersih sebesar USD22,6 juta dengan capaian laba operasi mencapai USD166,7 juta. Di saat dunia masih menghadapi pandemi Covid-19, Krakatau Steel justru mampu meraih laba dari yang sebelumnya mengalami kerugian sejak tahun 2012.

Hal tersebut diketahui dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk tahun Buku 2020 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk pada hari Kamis, 29 Juli 2021 yang digelar di Gedung Krakatau Steel Jakarta dengan 11 bahasan mata acara rapat yang semuanya berjalan dengan lancar.

Rapat yang dilakukan secara hybrid (daring dan fisik dengan pembatasan peserta) ini dipimpin oleh Komisaris Utama Krakatau Steel I Gusti Putu Suryawirawan dan dihadiri oleh Asisten Deputi Bidang Industri Mineral & Batubara Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham Pemerintah Republik Indonesia beserta pemegang saham lainnya.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy mengatakan, Krakatau Steel telah melakukan restrukturisasi hutang senilai USD2,2 miliar pada bulan Januari 2020 dan Krakatau Steel berhasil mencatatkan laba di tahun 2020 setelah delapan tahun mengalami kerugian.

Sepanjang tahun 2020 pun Krakatau Steel telah melahirkan banyak kemajuan, di antaranya capaian produksi, restrukturisasi perusahaan, dan penguatan kinerja melalui transformasi, serta keberhasilan melakukan efisiensi.

“Dengan Krakatau Steel yang semakin efisien dan produktif, kami menjadi lebih berdaya saing dalam melakukan aktivitas usaha yang berdampak pada peningkatan kinerja. Terlebih kami pun melakukan berbagai kolaborasi dan kerja sama dalam pengembangan bisnis sehingga kinerja semakin baik,” kata Silmy seperti yang dikutip Ekbisbanten.com dari halaman Instagram PT. Krakatau Steel, Jum’at (30/7).

Peningkatan kinerja Krakatau Steel juga terlihat dari capaian EBITDA atau Earning Before Interest, Taxes, Depreciation & Amortization, yang kian membaik. Di tahun 2020 Krakatau Steel mampu membukukan EBITDA sebesar USD76 juta, dari sebelumnya EBITDA minus USD135 juta di tahun 2019.

“Kami terus menjaga tren positif Krakatau Steel melalui peningkatan penjualan ekspor, pengembangan bisnis melalui pembentukan Subholding Krakatau Sarana Infrastruktur, Subholding Bisnis Baja, maupun pengembangan program hilirisasi dan pengembangan digitalisasi,” tutupnya. (*/Ocit)