Harga Telur di Pandeglang Meroket, Harga Pakan Naik Disebut Jadi Penyebabnya

53
Harga telor di Pandeglang
Sejumlah pekerja di Pasar Pandeglang menurunkan kiriman telur ayam dari luar provinsi untuk didistribusikan kepada masyarakat, Senin, (27/12) sore. (Foto: Raden/Ekbisbanten.com)

PANDEGLANG, EKBISBANTEN.COM – Harga komoditi telur ayam di Pandeglang mengalami kenaikan yang cukup derastis selama bulan Desember 2021.

Pantauan Ekbisbanten.com di Pasar Pandeglang, harga telur ayam naik menjadi Rp32-34 ribu perkilogram dari harga sebelumnya Rp24 ribu.

Salah satu pengusaha telur ayam di Pandeglang Faris Maulana mengatakan, kenaikan sudah terjadi sejak 5 Desember 2021 hingga saat ini. Penyebabnya kata Faris, yakni jumlah permintaan yang meningkat serta harga pakan ayam yang juga mengalami kenaikan.

“Biasanya saya menyuplai di kawasan Pandeglang selatan 6 ton perbulan, namun saat momen kali ini naik 100 persen hingga 15 ton, ditambah para peternak mengeluhkan pakan ayam juga meningkat,” kata Faris kepada Ekbisbanten.com melalui telepon selular Senin, (27/12).

Belum lagi kata Faris, program bantuan sembako dari pemerintah pusat secara serentak juga menjadi salah satu faktor meningkatnya permintaan disamping momen natal dan tahun baru.

“Karena saya juga mendapat orderan dari beberapa daerah pembelian telur untuk bantuan sembako, dan memang permintaan naik,” imbuhnya.

Masih kata Faris, pihaknya dan seluruh pengusaha telur mengaku tidak mengambil keuntungan lebih selama kenaikan harga telur terjadi.

“Harga modalnya sudah tinggi, kalau dibilang keuntungan ya sama aja, saya juga berat mengeluarkan modal kalau harga telur masih tinggi,” ujarnya

“Semoga Januari nanti setelah tahun baru harga kembali normal, karena banyak pihak juga yang membutuhkan konsumsi telur, apalagi di Pandeglang telur jadi salah satu komoditi utama saat ini,” imbuh Faris.

Sementara itu, pedagang telur di Pasar Pandeglang Asep mengatakan, sudah satu minggu dirinya kesulitan mencari stok telur, bahkan harus mencari hingga ke Kabupten Lebak.

“Selain mahal, barangnya juga (telur) susah dicari, bahkan saya sampai cari ke daerah Rangkasbitung,” tutup Asep. **