Harga Karcis Masuk Wisata Pantai Mercusuar Anyer Tinggi, Polisi Mintai Keterangan 3 Saksi

17
Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Arief Nazaruddin Yusuf (tengah) beserta jajaran saat menunjukkan barang bukti. (Foto: Maulana/Ekbisbanten.com)

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Satreskrim Polres Cilegon bergerak cepat menindaklanjuti terkait adanya penjualan karcis masuk ke wisata pantai Mercusuar, Kampung Bojong, Desa Cikoneng, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang yang dibanderol dengan harga yang cukup tinggi. Hal itu dikeluhkan oleh sejumlah pengunjung sehingga ramai dibicarakan di media sosial.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, harga karcis masuk ke wisata pantai tersebut dibanderol seharga Rp 20 ribu untuk kendaraan roda dua dan Rp 50 ribu untuk kendaraan roda empat.

“Kami sudah melakukan upaya dari informasi para pengunjung wisata yang informasinya sudah beredar di media. Yang kami temukan adalah pengunjung diberikan, disodorkan terkait dengan karcis masuk untuk motor Rp 20 ribu, kemudian untuk kendaraan roda empat Rp 50 ribu. Itu bisa kami katakan itu menjadi modus operandi,” kata Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Arief Nazaruddin Yusuf kepada wartawan saat konferensi pers di Aula Polres Cilegon, Sabtu (7/5/2022).

Lebih lanjut, kata Arief, dalam peristiwa itu pihaknya juga telah meminta keterangan dari tiga orang berinisial AS, MY dan AA serta menyita barang bukti 2 bundel karcis masuk dan uang tunai sebesar Rp 1,560 juta.

“Kami sedang meminta keterangan, ternyata kami dalam menegakkan aturan kami kepada aturan hukum yang pertama adalah Perda Nomor 8 Tahun 2018 Tentang Pajak Daerah, yang kedua Peraturan Bupati Serang Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Nomor 49 Tahun 2018 Tentang Penyelenggara Fasilitas Parkir di luar jalan milik Kabupaten Serang,” ujarnya.

Menyikapi masalah tersebut, Polres Cilegon akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Serang.

Hal itu dianggap perlu dilakukan guna memberikan pelayanan yang baik dan nyaman bagi para pengunjung, sekaligus untuk mengakomodir para pengelola wisata pantai di Anyer.

“Semoga apa yang sudah kami lakukan itu di dukung penuh dan bagaimana Pemerintah Kabupaten dapat mengelola baik bersama pihak kepolisian memfasilitasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat,” ucap Arief.

Sementara itu, Kaur Reskrim Polres Cilegon Ipda Yogie Fahrisal menjelaskan bahwa ketiga orang yang telah dimintai keterangan tersebut hingga saat ini masih berstatus sebagai saksi.

“Kemarin sudah ada sosialisasi dan teguran dari kita ke mereka, karena ini kan masuk aset pemerintah, jangan ada pungutan kalau memang tidak memiliki payung hukum. Tapi dimaknai mereka bahwa pungutan itu bisa langsung dengan karcis. Jadi karena tidak tahu,” tutupnya.***