EKBISBANTEN.COM – Harga beras di pasar saat ini susah turun.
Menurut Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo hal itu disebabkan biaya produksi beras kian meningkat.
Selain itu ada kecenderungan produksi beras juga kian menyusut.
“Jadi kalau harga pupuknya tinggi, harga variebel cost-nya itu naik tak mungkin harga turun. Kecuali produksinya melimpah teori suplai dan demand,” katanya.
Arief menuturkan harga beras bisa kembali normal jika produksi beras bisa mencapai 2,5 juta ton per bulan.
Sementara, pada Januari-Februari tahun ini produksi beras diprediksi justru defisit sampai 2,8 juta ton karena dampak El-Nino.
Untuk itu, dalam menjaga harga beras tidak lebih tinggi pihaknya menugaskan Bulog untuk impor sebanyak 2 juta ton pada tahun ini.
Arief menjelaskan beras impor ini nantinya juga akan digunakan untuk bantuan pangan dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Kalau sekarang tidak mengimpor, terus nanti harga melambung tinggi, nanti tanya lagi pemerintah tak bisa jaga harga,” pungkasnya.
Dilansir dari panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kamis (11/1) harga beras medium masih tinggi di atas HET yaitu Rp13.310 per kilogram.
Sementara itu, harga beras premium saat ini mencapai Rp15.010 per kilogram.***