Harga Bahan Pokok di Pasar Kranggot Cilegon Terpantau Stabil

21
(Foto: Maulana Abdul Haq)

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Sejumlah harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Kranggot Kota pada Senin (13/9) terpantau stabil. Berdasarkan pantauan wartawan Ekbisbanten.com, baik harga cabai, beras, dan daging sapi tidak ada kenaikan harga.

Tri Narto Aris (43) salah satu pedagang sayuran di Pasar Kranggot mengatakan, harga cabai per hari ini masih berada diangka Rp24 ribu per kilogram (Kg). Menurutnya angka jauh lebih stabil dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mengalami penurunan hingga Rp15 ribu per kilogram.

“Sekarang saya beli dari sananya Rp18 ribu, dijual Rp24 ribu,” kata Tri Narto Aris.

Hal senada juga disampaikan oleh Abu Bakar (36) salah seorang pedagang daging. Menurutnya harga daging berada dalam kondisi yang stabil.

“Harga dari bulan bulan yang kemarin sama sekarang tetap Rp120 ribu, kalau hari-hari besar baru naik Rp150 ribu,” ujarnya.

Sementara Ajnifah (66) salah seorang agen pedagang telur menyampaikan, harga telur per hari ini di kisaran Rp18-19 ribu/Kg, berbeda dengan bulan lalu yang mencapai Rp20-21ribu/Kg.

Ajnifah menduga penurunan tersebut diduga karena masyarakat banyak yang membeli langsung ke peternakannya dan bertambahnya pemasok telur.

Kendatipun harga bahan pokok komoditas mengalami kestabilan, ternyata hal itu tidak langsung membuat penjualan mengalami peningkatan. Pasalnya, dari tiga pedagang tersebut mereka kompak mengeluh karena penjualan justru menurun.

Tak ayal, pandemi Covid-19 menjadi satu-satunya alasan mereka mengeluh.

Terpisah, Kepala Unit Pelaksan Teknis Daerah (UPTD) Pasar Kranggot Cilegon Aceng Syarifuddin membenarkan hal tersebut.

Menurutnya, sejak pandemi Covid-19 dan diterapkannya aturan PPKM level 3-4 mengalami penurunan daya beli masyarakat. Tak tanggung-tanggung, penurunan daya beli tersebut hingga mencapai hampir 60 persen.

Dengan kondisi daya beli yang menurun, hal itu juga mempengaruhi pada perputaran uang di Pasar Kranggot Cilegon. Dikatakan Aceng, sebelum adanya pandemi Covid-19, perputaran uang mencapai Rp1-2 miliar per hari.

“Tapi sekarang hanya Rp600 juta per hari,” singkatnya.

Menyikapi hal tersebut, Aceng mengaku pihaknya selalu berusaha untuk mengembalikan keadaan agar normal kembali. Saat ini yang bisa ia lakukan hanya mengimbau kepada seluruh masyarakat baik pedagang maupun pengunjung untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Semoga dengan mematuhi protokol kesehatan, masyarakat merasa aman untuk ke pasar yang akhirnya mempengaruhi ekonomi,” tutupnya. (Mg-Maulana)