Gunakan Dana CSR, Uji Coba Makan Bergizi Gratis di Cilegon Per Porsi Rp 25 Ribu

| Rabu, 21 Agustus 2024

| 17:38 WIB

Walikota Cilegon Helldy Agustian menemani Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Wiranto saat meninjau langsung di SD Kedaleman IV, Rabu, (21/8/2024). Foto: Budiman/Ekbisbanten.com

CILEGON, EKBISBANTEN.COM-Uji coba makan bergizi gratis (MBG) menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) beberapa perusahaan yang ada di Kota Cilegon.

Adapun harga uji coba makan bergizi gratis untuk siswa SD dan SMP yang berlangsung 3 hari di beberapa sekolah di Cilegon, sebesar Rp 25 ribu per porsi.

Hal itu diungkapkan oleh Manager SDM dan Humas salah satu sponsor makan bergizi gratis, PT PLN Indonesia Power, Aditya Chandra Dewa.

“Per porsi sesuai dengan program dari Pemkot Cilegon, jadi satu porsi atau pcs itu dianggarkan Rp 25 ribu. Menunya bervariasi, bisa daging, telur, sayur dan susu kotak. Berlakunya itu 3 hari,” katanya usai mengikuti uji coba makan bergizi gratis di SD Kedaleman IV, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Rabu 21 Agustus 2024.

Sedangkan untuk kuota, PT PLN Indonesia Power mendapatkan kuota 1.700 siswa dan siswi untuk jenjang SD-SMP. “Kami mendapatkan 5 sekolah,” ujarnya.

Berbeda dengan Aditya, Walikota Cilegon Helldy Agustian menuturkan bahwa besaran harga untuk uji coba makan bergizi gratis Rp 15 ribu.

“Kami menghitung harga satuannya Rp 15 ribu untuk SD dan SMP, Rp 16 ribu susu kemasan, yaitu SD dengan ukuran 125 ml. Kemudian SMP 200 ml,” ujarnya dalam sambutan.

Kemudian untuk pilot project hari ini, kata Helldy, ada 3 sekolah dari total 23 sekolah yang mengikuti program makan bergizi gratis.

“9 sekolah sudah kami lakukan dan kami sangat mengucapkan terima kasih pada industri yang sudah berkontribusi,” ujarnya.

Uji coba makan bergizi gratis hari ini ditinjau langsung oleh Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Wiranto. Dirinya bersama rombongan meninjau 3 kelas di SD Kedaleman IV.

Wiranto menuturkan dalam aambutan, program makan bergizi gratis seharusnya merupakan program strategis nasional. Ia berharap program ini dapat menghantarkan Indonesia menjadi negara yang cerdas, adil dan makmur.

“Sebenarnya merupakan program strategis nasional yang sudah harus lama lakukan, karena kalau kita bicara misi pemerintah Indonesia itu sudah dituangkan di UUD 1945,” ujarnya.

Editor :Rizal Fauzi

Bagikan Artikel

Terpopuler_______

Scroll to Top