Gubernur Banten: Jembatan Ciberang di Lebak Tahan Gempa Hingga 100 Tahun

35
Gubernur Banten Wahidin Halim (lima dari kanan) didampingi Sekda Banten Al Muktabar (empat dari kanan) dan Kadis PUPR Provinsi Banten Arlan Marzan (empat dari kiri) meresmikan Jembatan Ciberang di Kampung Muhara, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Senin 28 Maret 2022. (FOTO: ISMATULLAH / EKBISBANTEN.COM)

LEBAK, EKBISBANTEN.COM – Gubernur Banten Wahidin Halim meresmikan Jembatan Ciberang di Kampung Muhara, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Senin 28 Maret 2022.

Jembatan dengan nilai proyek anggaran Rp123 miliar ini diklaim tahan terhadap guncangan gempa 50 hingga 100 tahun.

“Jembatan (Ciberang) ini didesain atau dirancang untuk 50 tahun. Kalau tidak ada banjir bandang seperti kemarin, 100 tahun juga kuat. Bahkan ada gempa juga tetap bertahan (awet),” kata Wahidin Halim didampingi Sekda Banten Al Muktabar dan Kadis PUPR Arlan Marzan kepada wartawan.

Masih kata WH, Jembatan Ciberang memiliki bentang 80 meter dan lebar 7 meter. Jembatan ini juga diklaim lebih kokoh karena menggunakan rangka besi baja lengkung, sehingga tahan dari longsor dan banjir bandang saat musim hujan.

“Jembatan ini sudah antisipasi anti gempa. InsyaAllah gempa gak akan dateng. Bukannya kita nantang. Kalaupun gempa dateng ini (jembatan) cukup kuat dan kokoh. Kenapa tidak pakai tiang tengah. Karena dahulu ditabrak jebol juga. Karena banyak batu-batu dari atas banjir bandang itu. 400 ton kita punya (jembatan) itu kemana besi-besinya,” katanya.

Foto udara Jembatan Ciberang di Kabupaten Lebak Banten yang telah diresmikan oleh Gubernur Banten Wahidin Halim, Senin 28 Maret 2022. (FOTO: EEP SAEFULLAH / EKBISBANTEN.COM)

Diberitakan sebelumnya, jembatan di Kampung Muhara putus karena dihantam banjir bandang pada awal 2020. Akibat bencana alam tersebut, akses jalan milik provinsi yang menghubungkan Cipanas, Citorek hingga Warungbanten dikeluhkan warga setempat. Pasalnya, akses jalan itu hanya mengandalkan jembatan darurat yang berulang kali rusak terseret arus sungai yang meluap.

“Untuk itu, manfaatkan ini (jembatan) sebagai sarana untuk ibadah, sarana untuk silaturahami menyambung tali kekeluargaan. Itu kan intinya. Lebih dari itu ya untuk kepentingan ekonomi. Ya kan? termasuk bisa saling tolong menolong dan berbagi,” katanya.

“Penting sekali sarana jembatan ini. Makanya ada atau tidak ada duit. Ada Covid-19 atau tidak ada Covid-19 sama Pak Arlan (Kadis DPUPR) sudah harus dibangungun menjadi prioritas utama. Pemerintah kan kita ada Covid-19 dan banyak kebutuhan. Tapi buat kita ini menjadi prioritas. Alhamdulillah kita bisa menyelesaikannya (Jembatan Ciberang),” katanya.

Sementara itu, Kadis PUPR Provinsi Banten Arlan Marzan mengatakan, selama periode 2017-2022 Pemprov Banten telah menggarkan Rp250 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi jalan Cipanas-Warungbanten.

“Dan pada tahun ini juga, pada tahun anggaran 2022 juga dianggarkan sebesar Rp35 miliar dalam rangka pengentasan penyelesaian target kondisi jalan Mantap,” katanya.

Arlan mengatakan, Jembatan Ciberang yang baru diresmikan merupakan jembatan pengganti jembatan Ciberang lama yang tersapu oleh banjir bandang pada awal tahun 2020. Pembangunan jembatan yang dikerjakan PT Jaya Konstruksi itu kini sudah rampung 100 persen dan telah digunakan warga setempat.

“Dan Alhamdulillah pada hari ini insyaAllah akan diresmikan oleh Bapak Gubernur Banten, dimana jembatan Ciberang ini merupakan satu-satunya akses mobilitas masyarakat di wilayah Kecamatan Lebakgedong, dan sebagai akses pendukung kawasan pariwisata Negeri Di Atas Awan.

Sebagai salah satu akses penunjang utama Pariwisata Negeri Di Atas Awan dan warga setempat, Jembatan Ciberang tambah Arlan menjadi bukti nyata kehadiran Pemprov dalam membangun daerah di Provinsi Banten.

“Atas dasar tersebut maka pembangunan Jembatan Ciberang berdasarkan arahan Bapak Gubernur dan Wakil Bapak Gubernur Banten adalah program yang menjadi skala prioritas dalam pembangunan Provinsi Banten,” katanya.***