Gitaris Legendaris Dunia Berdarah Rangkasbitung, Eddie Van Halen Meninggal Dunia Karena Kanker

125

EKBISBANTEN.COM – Kabar duka ditahun 2020 ini terus bermunculan, kali ini kabar duka datang dari Amerika Serikat. Gitaris kondang penemu teknik bermain gitar tapping yang mendunia, sekaligus pendiri dan pentolan grup band cadas Van Halen, Edward  Lodewjk Van Halen atau lebih dikenal dengan nama Eddie Van Halen meninggal dunia hari Selasa (06/10/20) waktu Amerika kemarin.

Eddie meninggal dalam usia 65 tahun akibat penyakit kanker tenggorokan  yang sudah lama diidapnya. Kabar ini diungkapkan oleh putranya Wolfgang Van Halen.

Kondisi Eddie seperti dilansir majalah People yang saya kutip dari Kompas.Com menurun dalam 3 hari terakhir, kankernya telah bermetastase  hingga ke otak.
Bagi saya grup band bergenre rock Van Halen ini membawa kenangan tersendiri karena lagu-lagunya menemani masa remaja saya pada tahun 90an.

Eddie Van Halen merupakan motor penggerak Van Halen sayatan gitarnya yang sangat cepat dengan sound khasnya  serta berbagai inovasi tekniknya memainkan gitar dan musikalitasnya yang sangat tinggi membuat nama Van Halen kian meroket.
Lagu-lagunya menjadi jaminan mutu bagi para pemggemarnya, tur-turnya selalu dipenuhi penonton albumnya laris manis.

Eddie memiliki daya tarik tersendiri, aksi.panggungnya yang lincah serta solo gitarnya selalu ditunggu, karena ia selalu menghadirkan teknik permaianan gitar yang ciamik.

Ia pun dikenal dikalangan musisi sebagai gitaris yang tak pernah pelit berbagi ilmu, teknik tappingnya banyak ditiru oleh gitaris lain.

Salah satu gitaris yang meniru teknik tapping Eddie, ialah gitaris wanita yang dikenal sebagai musisi pengiring Michael Jackson , Jennifer Batten. Yang paling fenomenal saat membawakan lagu Beat-It, suara gitarnya meraung, menjerit dan diakhiri tapping diakhir interlude khas Eddie Van Halen
Eddie Van Halen dilahirkan di Nijmegen Belanda pada 26 Januari 1955. 

Tahukah anda bahwa Eddie  Van Halen itu memiliki darah Indonesia?
Ia lahir dari seorang ayah berkebangsaan Belanda keturunan Swedia bernama Jan Van Halen seorang pemain saksopon dan ibu bernama Eugenia Van Beers seorang Eropa-Indonesia yang berasal dari Rangkasbitung Banten.

Karena beberapa alasan  keluarga Van Halen berimigrasi ke Amerika pada 1962.
Di AS inilah mereka menemukan jalan hidupnya ssbagai musisi, Eddie dilatih bermain piano oleh ayahnya makanya selain bermain gitar Eddie juga piawai memainkan Piano dan Keyboards seperti yang terdengar di beberapa lagu gacoan Van Halen seperti Jump, Dream, Love Walks in hingga Why Can’t This Be love.

Sepanjang karir musiknya bersama Van Halen, Eddie telah menghasilkan 15 album, 12 album studio dan 3 album live. (*/Raden/Kompasiana)