TANGERANG, EKBISBANTEN.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten kembali menggelar reses dalam rangka untuk silaturahmi dan menyerap aspirasi dari masyarakat.
Salah satunya dilakukan Asep Hidayat dari Fraksi Partai Demokrat yang mengadakan reses masa persidangan ke III, tahun sidang 2022-2023.
Tepatnya di Kampung Kedaung Wetan, Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, pada Kamis 8 Juni 2023.
BACA JUGA: Reses, Asep Hidayat Berjanji Perbaiki Fasos dan Fasum Warga Cibodas
Dalam kegiatan reses kali ini, anggota komisi III DPRD Banten tersebut disambut antusias ratusan warga Kedaung Wetan yang notabene nya ibu-ibu.
Kegiatan reses Asep Hidayat tersebut turut dihadiri Bendahara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Tangerang sekaligus istri tercintanya, yakni Nila Utami dan sejumlah kader Partai Demokrat.
Di hari kedua reses tersebut, Asep Hidayat menerima berbagai macam aspirasi dan keluhan yang disampaikan masyarakat, mulai dari biaya sekolah anak yang masih mahal, permohonan bantuan dana untuk santunan anak yatim dan perbaikan irigasi jalan lingkungan.
BACA JUGA: Hasil Reses, Asep Hidayat Fraksi Demokrat Perjuangkan Keluhan Masyarakat
Haryanto, salah satu warga Kedaung Wetan, Kota Tangerang mengatakan, akibat drainase yang menyempit dan mampet, jalan di lingkungannya sering tergenang banjir. Akibatnya, warga sering mengeluh saat musim hujan tiba.
Pada kesempatan reses itu Haryanto berharap, Asep Hidayat mampu menyerap aspirasi keluhan warga dan permohonan bantuan dana yang akan dilakukan oleh para pemuda untuk menyantuni anak-anak yatim di lingkungannya.
“Kebetulan di lingkungan saya itu got air atau drainasenya bermasalah. Jadi minta diperbaiki dan minta ditinjau oleh bapak dewan,” ujar Haryanto.
BACA JUGA: Asep Hidayat Serap Aspirasi dan Bagikan Minyak Goreng ke Warga Kecamatan Cibodas
Menanggapi aspirasi warga Kedaung Wetan, Kabupaten Tangerang, Asep Hidayat mengatakan, pihaknya mengapresiasi warga sekaligus pemuda setempat, karena sudah peduli dan mau menyampaikan serta mengusulkan perbaikan irigasi, khususnya permohonan bantuan dana untuk kegiatan santunan anak yatim.
Menurutnya, usulan perbaikan irigasi tersebut akan ditampung dan diperjuangkan agar mendapatkan perhatian pmerintah setempat. Sedangkan, perihal permohonan bantuan dana untuk kegiatan santunan, pihaknya berjanji akan memberikan bantuan sesuai kemampuannya. Terlebih kata Asep, memberikan santunan kepada anak yatim merupakan kewajiban setiap orang termasuk dirinya.
“Insya Allah nanti apabila sudah mendekati dua minggu lagi pelaksanaan acara bersama Pak RW tolong temui saya. Saya bantu semampunya, karena yatim itu bukan hanya kewajiban dewan dan caleg tapi seluruh umat islam untuk membantu anak-anak yatim,” katanya.
Selain persoalan drainase, warga warga Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kabupaten Tangerang juga menanyakan perihal kejelasan bantuan dari perusahaan sekitar. Khususnya, bantuan bagi rumah ibadah yang rusak dan terdampak akibat aktivitas usaha penerbangan PT. Angkasa Pura.
“Saya mau menanyakan kepastian ganti rugi hempasan angin pesawat atap rumah yang terkena. Sampai saat ini Musolah Al Ikhlas yang berada di Kedungwetan sudah tiga bulan belum ada pergantian. Insya Allah setelah saya bertanya akan ada penggantian dari pihak terkait,” katanya.
Menanggapi aspirasi warganya tersebut, Asep Hidayat menyatakan bahwa, setiap perusahaan memiliki kewajiban untuk memberikan CSR bagi lingkungan sekitar sekitar 2,5 persen. Ditambah kata dia, rumah ibadah tersebut rusak akibat aktivitas usaha maskapai penerbangan.
“Jangankan akibat yang rusak operasi usaha, perusaah tersebut wajib bertanggung jawab kepada siapapun yang menerima dampaknya. Yang tidak memiliki dampak saja punya kewajiban 2,5 persen CSR nya harus diberikan kepada masyarakat. Apalagi ada rumah yang rusak gara-gara pesawat,” katanya.***