Dilansir dari investor.id, Senin (1/9). Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan, Pemerintah Tiongkok memberlakukan kebijakan khusus, yakni satu maskapai ke satu kota dengan frekuensi satu kali dalam satu pekan.
“Garuda Indonesia dapat ke Chengdu dan Citilink dapat ke Kunming,” ungkap Irfan Setiaputra di Jakarta, Selasa (1//9).
Menurut Irfan, operator-operator penerbangan Indonesia sepakat tak akan mempermasalahkan kota tujuan di Tiongkok yang bakal dilayani masing-masing maskapai.
“Kita semua sepakat tidak ribut dan warga di Tiongkok yang mau pulang juga tidak meributkan. Di sana juga bisa ya mendarat di mana saja langsung ke mana dengan transportasi daratnya,” jelas Irfan.
Garuda Indonesia sempat menyetop sementara penerbangan dari dan menuju Tiongkok sejak 5 Februari 2020. Penyetopan penerbangan secara sementara tersebut melingkupi layanan penerbangan dari dan menuju Beijing, Shanghai, Guangzhou, Zhengzhou dan Xi’an.
Hal yang sama juga diterapkan Citilink yang menyetop sementara penerbangannya dari dan ke Tiongkok sejak awal Februari 2020.
Adapun pemerintah juga, melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pernah menegaskan penundaan penerbangan ke dan dari seluruh destinasi di Tiongkok mulai 5 Februari 2020 hingga batas waktu yang belum ditentukan. Penundaan penerbangan itu tidak termasuk Hongkong dan Macau. (*/rohman)
]]>