Gara-gara Korona, Omset Pengusaha Warung Makan di Kota Serang Merosot dan Pilih Pulang Kampung

227
RAMAI: Suasana pengunjung kedai Dapur Yulia sebelum ada wabah virus corona di Jalan Ahmad Yani, nomor 5, Ciwaktu Lor, RT 002/RW 005, Kelurahan Sumur Pecung, Kota Serang - Banten. (FOTO ISTIMEWA)

SERANG, EKBISBANTEN –  Bisnis rumah makan di Kota Serang ikut terpukul akibat wabah penyebaran virus korona (covid-19). Salah satunya dialami pengusaha rumah makan Kedai Dapur Yulia di Jalan Ahmad Yani, nomor 5, Ciwaktu Lor, RT 002/RW 005, Kelurahan Sumur Pecung, Kota Serang – Banten.

Akibat wabah covid-19 tersebut, pemilik rumah makan harus rela kehilangan omset ratusan ribu hingga jutaan rupiah per hari.

“Sebelum ada korona, lumayan penghasilan aku itu bisa sampe Rp600-800 ribu per harinya. Tapi kadang-kadang lebih kalau lagi ramai pesanan,” kata Yulia kepada Ekbisbanten.com, Sabtu (28/3).

Yulia menceritakan, penurunan omset ini terjadi setelah lembaga pendidikan di Banten resmi meliburkan para siswa/mahasiswa dan pegawainya agar terhindari dari virus korona.

“Paling kalau omset setelah ada korona ini cuma  dapat Rp300 ribu/hari, paling gede sih Rp500 ribu,” kata mahasiswi semester 8 Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin (SMH) Banten ini.

Untuk saat ini Yulia mengaku, lantaran bisnis warung makannya sepi akibat korona, ia memilih pulang ke kampung halamanya dan tetap berjualan di sekitar rumahnya di Jalan Sunan Gunung Jati  Gang Batu RT/ 02/04, nomor 10, Kampung Peninggilan, Kecamatan Ciledug, kota Tangerang.

“Karena kebanyakan yang beli itu mahasiswa. Jadi kalau perkuliahan libur selama satu semester kedai saya tidak ada yang beli, jadinya penjualan (rumah makan-red) di Serang ditutup sementara,” tambahnya.

Apalagi tambah Yulia, dengan kekhawatiran penyebaran virus korona yang makin meluas, masyarakat lebih memilih tinggal dan memasak dirumah daripada harus keluar membeli ke rumah makan.

“Karena mahasiswa yang ngekos juga pada pulang kan, jadi pendapatan untuk di Serang tidak ada, tapi alhamdulillah pendapatan jualan di Tangerang masih lumayan,” pungkasnya. (Yohana/Red)