Enam Gaya Hidup Sukses Ala Warren Buffet

14

EKBISBANTEN. COM – Kesuksesan Warren Buffet dalam berinvestasi memang memang menginspirasi banyak orang di dunia. Legenda hidup investor, pengusaha dan filantropis asal Amerika Serikat, Warren Buffett tercatat memiliki kekayaan US$78,9 miliar (setara Rp1.160 triliun dengan kurs Rp14.700 per dolar AS).

Nama Buffett sudah tidak asing di telinga para investor pasar modal. Kepiawaiannya dalam berinvestasi menghantarkannya menjadi salah satu crazy rich dunia. CEO Berkshire Hathaway yang merayakan hari ulang tahun yang ke 90 tahun pada 30 Agustus 2020 lalu itu piawai dalam berbisnis yang membuatnya masuk dalam jajaran miliarder dunia.

Namun Buffett tidak selalu berada di puncak. Dilansir Kontan (17/9/2020), ada masa di mana ia merasakan kegagalan. Yang menjadi menarik bukan pada kegagalan Warren Buffett, tetapi cara ia bangkit dari kegagalan tersebut.

Berikut rangkuman kiat sukses Buffett dalam meraih kesuksesan yang dirangkum Kontan dengan mengutip CNBC dan Motley Fool :

1. Disiplin mengolah emosi

Hal paling penting dan cukup sukar untuk dilakukan adalah mengolah emosi. Dalam buku Getting There: A Book of Mentors, Warren Buffett mengatakan menjaga lisan saat emosi sedang tinggi adalah hal penting. Terkadang kita mengatakan hal-hal yang tidak terduga dan menyakitkan saat kehilangan kendali emosi. Hal itu bisa menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan.

Buffett menambahkan saat emosi tidak stabil membuat kita besar kemungkinan mengambil keputusan yang salah. Dia menyarankan agar kita bisa memahami tingkatan emosi Anda. Luangkan waktu untuk mendalami diri sendiri dan cari solusi-solusi pengendalian emosi yang sesuai.

Cara ini bisa kita terapkan pada diri sendiri dan saat sedang bersosialisasi. Peka dan paham dengan pergerakan emosi orang terdekat dapat membuat kita bijak dalam mengambil sikap.

2. Tinggalkan kebiasaan lama

Jika kita memiliki kebiasaan buruk segera tinggalkan. Buffett mengatakan sikap yang buruk berawal dari kebiasaan-kebiasaan yang buruk. Kita mungkin tidak sadar jika kebiasaan sehari-hari bisa membentuk pola sikap. Jika kita mulai sadar sikap kita memiliki dampak negatif, coba cari akar masalahnya. Jika sikap kita tersebut berasal dari kebiasaan, tinggalkan kebiasaan yang memicu sikap negatif tersebut.

3. Kenali diri sendiri

Dalami apa yang menjadi kelemahan dan keunggulan kita. Maksimalkan apa yang menjadi kelebihan kita, dan hindari hal-hal yang menjadi kelemahan kita. Buffett mengatakan kita tidak perlu menjadi sangat mahir dalam berbagai bidang. Kita cukup pahami diri sendiri dan fokus pada hal-hal yang menjadi keunggulan kita.

Buffett menambahkan penting bagi kita agar paham dengan kelemahan diri sendiri. Dengan begitu, kita bisa menghindari hal-hal yang merugikan diri sendiri.

4. Jangan pernah berkorban untuk sesuatu yang tidak perlu

Mencoba hal baru memang penting, tetapi kita juga harus paham dengan kebutuhan kita. Mengambil risiko untuk mendapatkan hal yang tidak dibutuhkan, justru akan membuat kita kesusahan di kemudian hari. Buffett mengatakan, akan sangat sia-sia jika kita hanya menuruti nafsu. Terlebih mengambil resiko tinggi hanya untuk hal-hal yang sebenarnya tidak Anda butuhkan.

5. Menghemat pengeluaran

Buffett tetap menjaga kesederhanaannya dan berhemat meskipun memiliki harta berkimpah. Buffett tetap tinggal di rumah yang sama selama puluhan tahun dan makan di tempat yang murah. Uang yang melimpah tidak menjadikan kita bisa bebas menghamburkannya. Berhemat bisa membuat kita lebih siap dengan hal-hal tidak terduga.

6. Bergaul dengan orang-orang yang tepat

Pergaulan juga mempengaruhi kesuksesan kita. Jika memilih pertemanan yang salah, besar kemungkinan kita juga ikut terpengaruh. Buffett menyarankan agar kita bergaul dengan orang-orang yang lebih ahli dibanding kita. Dengan bergaul dengan orang-orang berpengalaman, dengan sendirinya kita akan mencontoh kebiasaan-kebiasaan mereka. (*/Raden/Bareksa.com)