Ekonomi Banten Minus 5,77 Persen di Triwulan III-2020

102
Foto Raden/Ekbisbanten.com

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan ke III 2020 mengalami kontraksi sebesar -5,77 persen atau meningkat dari triwulan sebelumnya sebesar -7,34 persen.

Kepala BPS Provinsi Banten Adhi Wiriana mengatakan, pertumbuhan yang masih negatif ini disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang masih berdampak terhadap aktivitas di masyarakat yang menghantui perokonomian dunia, nasional termasuk regional provinsi Banten.

“Pada tiwulan ini beberapa lapangan usaha masih mengalami kontraksi pertumbuhan. Lapangan usaha yang mengalami kontraksi pertumbuhan signifikan adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 35,82 persen,” kata Adhi, Kamis (5/11).

Adhi juga menuturkan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banten menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan III-2020 dibandingkan triwulan III-2019 menunjukkan adanya perubahan yang signifikan, karena
lapangan usaha Transportasi dan Pergudangan yang biasanya memiliki peranan terbesar ketiga turun menjadi ketujuh.

“Perekonomian Banten didominasi oleh lapangan usaha Industri pengolahan sebesar 30,97 persen, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda
Motor sebesar 13,46 persen, konstruksi sebesar 11,57 persen, real estat sebesar 8,99 persen, dan Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 6,39 persen,” jelas Adhi.

Sementara itu struktur perekonomian Provinsi se-Jawa pada triwulan III-2020 masih didominasi oleh Provinsi DKI Jakarta yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto se-Jawa sebesar 30,00 persen, kemudian diikuti oleh Provinsi Jawa Timur sebesar 25,01 persen, Provinsi Jawa Barat sebesar 22,24 persen.

“Sementara itu, Provinsi Banten memberikan kontribusi sebesar 6,60 persen berada di peringkat ke 5,” pungkas Adhi. (Raden)