Eiger Keluarkan Produk Tas Carrier Baru, Diklaim Ramah Lingkungan hingga Mendapat Penghargaan

49
Toko Eiger Adventure Store Cilegon. Foto/Maul/ekbisbanten.com

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Kabar gembira untuk para pendaki gunung yang biasa menggunakan tas carrier sebagai bagian dari pendakiannya. Pasalnya, Eiger Adventure Store baru saja mengeluarkan produk barunya yang diklaim ramah lingkungan pada akhir 2021 kemarin.

Kepala toko Eiger Adventure Store Cilegon Adi Rosadi mengatakan, produk baru dari Eiger itu bernama Ecosavior berkapasitas 45 liter yang mengusung konsep produk eco dan sustainability.

“Uniknya produk ini dalam pembuatannya diperlukan kurang lebih sebanyak 50 botol plastik PET 500ml, yang diolah dan didaur ulang untuk membuat material kain dan aksesoris buckle pada tas ini sehingga menjadikannya lebih ramah lingkungan,” katanya kepada Ekbisbanten.com, Selasa (1/2/2022).

Selain terbuat dari daur ulang plastik, tas carrier Ecosavior juga memiliki frame yang terbuat dari bambu sebagai material alam yang sustainable yang memberikan kenyamanan saat membawa beban.

“Ini yang biasa kita temui itu dari viber atau besi sekarang ini lebih ke bahan-bahan yang mudah didaur ulang, ini pertama kali yang ada di kami. Teknik penggabungan 3 lapis bambu, pembentukan dengan cetakan, pengeringan, dan laminasi, menjamin kekuatan bambu menopang beban, sekaligus berdaya tahan terhadap iklim dan cuaca,” ujar Adi.

“Frame bambu pada backsystem ini dirancang sesuai kurva tulang punggung dan berfungsi memperkokoh konstruksi tas sehingga membantu anda tetap stabil pada saat membawa beban,” sambungnya.

Sementara untuk fitur-fiturnya, tas carrier Ecosavior juga tak kalah dengan tas carrier lainnya. Tas carrier Ecosavior memiliki fitur-fitur luntuk mendukung perjalanan hiking seperti pengikat trekking pole, kompartemen untuk menyimpan water bladder, tali kompresi samping, dan rain cover untuk melindungi tas dari air hujan.

“Juga ada kantung sampah yang dapat dilepas-pasang sesuai kebutuhan, kompartemen utama dengan sekat/pemisah, kompartemen terpisah di bagian bawah, saku tutup atas, saku sisip depan, dua saku samping berbahan mesh, dua saku hip belt, kompartemen untuk menyimpan water bladder (kantung air), rain cover untuk melindungi tas dari air hujan, pengikat trekking pole, tali kompresi samping dan tali dada dengan peluit,” papar Adi.

Karena dinilai inovatif dan ramah lingkungan, Adi mengungkapkan bahwa tas carrier Ecosavior tersebut berhasil meraih sejumlah penghargaan.

“Konsep ramah lingkungan yang diusung oleh tas ini telah mengantarkannya memenangkan penghargaan desain dari Indonesia Good Design Selection (IGDS) 2020 dan berhasil masuk dalam Best 3 di kategori Design Concept,” ungkapnya.

Tas carrier berbahan dasar dari limbah plastik itu diketahui dibanderol seharga Rp 1,7 juta dengan penjualan yang terbatas di setiap tokonya.

“Alhamdulillah respon konsumen positif banget, peminatnya lumayan banyak. Mungkin gak banyak kalau di area Cilegon, Banten khususnya mungkin masih terhitung berapa orang yang pakai itu karena di setiap storenya pun stoknya paling banyak 2 atau 3,” tutup Adi.***