Dulu Jualan Asongan Kini Berhasil Bangun Kampus UPG, Ternyata Begini Rahasia Sukses Haerofiatna

55
Pemilik Kampus Universitas Primagraha (UPG) Haerofiatna. (FOTO/EKBISBANTEN.COM)

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Kesuksesan ialah milik orang yang bersungguh-sungguh meraihnya, meraih kesuksesan butuh perjuangan dan proses panjang. Lewat proses itu mental dan pengalaman akan ditempa, seperti yang dialami Haerofiatna (43) pemilik sekaligus pendiri kampus Universitas Primagraha (UPG) Serang.

Siapa sangka, pria yang akrab disapa Hero tersebut terlahir dari keluarga yang kurang beruntung, yang mengharuskan dirinya bekerja sejak duduk dibangku sekolah dasar.

“Saya tidak sekolah TK karena sejak kecil orang tua laki-laki sudah wafat, saya anak ke 11 dan punya 10 saudara kandung. Otomatis semua anak berjualan, karena kondisi dan situasinya harus berusaha, sampai kelas 6 SD sudah jualan kantong plastik,” kata Hero.

Hero melanjutkan ceritanya, kendati harus berjualan sambil sekolah, dia tidak pernah bolos masuk pelajaran sekolah.

“Jadi pulang sekolah jam 12 langsung jualan, pakai seragam. Karena didikan ibu tidak boleh meninggalkan pendidikan. Kadang kalau ketemu guru juga malu, tapi mau bagaimana lagi,” ujar Hero.

Hingga memasuki tingkat pendidikan SMA, Hero terus menjalankan aktivitas berjualan sambil sekolah.

“Setelah jualan saya tidak bermain melainkan baca buku, prinsipnya tadi bertahan hidup, karena melihat kehebatan sosok ibu, dia bisa menghidupkan 11 orang sendirian, dan orang tua solat malam gak putus terus,” ujarnya.

Usai menamatkan pendidikan di SMA, Hero tidak langsung melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena biaya pendidikannya tidak cukup. Tak patah semangat, Hero pun kursus di lembaga ilmu komputer manajemen yang sekarang menjadi kampus Unbaja.

“Untuk memenuhi biaya kurusus saya berfikir dan kemudian main ke cetakan, saya kerja, design grafis dan servis komputer, dari situ bisa buat bayar kursus selama setahun,” terangnya.

Awal mula Hero mempunyai kecintaan terhadap pendidikan yakni ketika dia diajak mengajar di berebagai sekolah dan perguruan tinggi di Banten.

“Dulu karena fashion, diajak ngajar dan dari situ sering ngajar di berbgaai sekolah, dan kampus,” imbuh Hero.

Dari situ, ia berupaya untuk memajukan pendidikan di Banten dengan menggagas kampus STIE di Serang pada tahun 2008 dan pada tahun 2020 menjadi UPG.

“Perjalannnya tahun bangun selama 14 tahun, hingga menjadi saat ini, semoga UPG membawa manfaat untuk masyarkaat, dengan semanagat kerja keras kerja cerdas, kerja iklas dan kerja tuntas,” pungkas Hero.