Dulu Dagang Angsongan, Kini Jadi Bos Oleh-oleh di Banten Lama Omset Rp700 Juta

60
Pengusaha oleh-oleh di Banten Lama Syamsudin. Dok/Raden/ekbisbanten.com

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Sudah 19 tahun Syamsudin (34) menggeluti bisnis oleh-oleh seperti, kerupuk kemlpang, wajik, dodol, kerupuk kulit, dan camilan lainya di kawasan Banten Lama.

Pahit manis berjualan sudah ia rasakan sejak berusia 20 tahun, mulai dari berjualan di dalam bus hingga ke pelabuhan Merak untuk menjajakan dagangan kepada para penumpang kapal laut.

Bahkan ia juga harus merasakan pahitnya ditipu oleh rekan bisnis hingga merugi jutaan rupiah.

“Banyak bang, saya mah kerja apa saja, ngojek pernah, tukang kuli pernah, jual buah-buahan juga pernah,” kata pria yang akrab disapa Angga tersebut kepada Ekbisbanten.com, Sabtu (27/3).

Setiap pagi, Angga harus bergegas dan membereskan barang dagangannya untuk dijajakan ke para pembembeli.

“Tahun 2006 saya tinggal di Serang, bareng sama teman-teman yang kuliah. Yah pendapatan saat itu masih cukup buat kebutuhan makan saja,” kata pria asal Serang ini.

Ketekunannya dalam berusaha berbuah manis, sedikit demi sedikit hasil berjualan yang Angga kumpulkan digunakan untuk membuka tempat usaha yang lebih besar lagi.

“Hampir 11 tahun saya berjualan angsongan, titik baliknya ketika saya memberanikan diri untuk mengambil barang langsung ke distributor, dan mulai belajar menjadi agen,” kata pria yang cuma lulusan SMA ini.

Kuncinya kata Angga, dalam setiap berbisnis modal utamanya yaitu menjaga kepercayaan antar sesama rekan usaha.

“Saya juga awalnya mendapat kepercayaan dari teman, dan terus saya jaga hingga saat ini, barang-barang disini kan banyak ada yang dari Garut, Lampung, Bandung, hingga Jawa,” ujarnya.

Pria yang baru menikah pada bulan Februari 2021 ini, pernak mengantongi omset dari penjualan bisnis oleh-oleh sebanyak Rp700 juta dalam sebulan.

“Rata-rata sih Rp 400 jutaan yah, apalagi saat pandemi begini barang yang saya punya banyam yang rusak karena menumpuk,” papar Angga.

Prinsip hidup yang ia pegang teguh dalam berbisnis yaitu, terus giat iat dalam berusaha dan bekerja, proaes tidak ada yang menghiata hasil.

“Segala perjuangan yang kita lakukan, percaya dan selalu berfikir positif akan menghasilkan,” ceritanya.

Saat ini, Angga sudah memiliki satu kendaraan losbak terbuka dan tempat tinggal di Desa Kemuning, Waringin Kurung Kota Serang.

“Yah, tetap kita syukuri saja, mobil juga untuk kegiatan bisnis sehari-hari,”tutup Angga. (Raden)