Dukung Pemulihan Sektor Industri, PT PLN UID Banten Berlakukan Tarif Minimum

18

SERANG, EKBISBANTEN. COM – PT PLN (Persero) UID Banten berkomitmen mendukung tumbuh dan pulihnya sektor industri, khususnya di masa pandemi Covid 19. PLN menjalankan program pemerintah dengan menyalurkan subsidi listrik bagi pelanggan di sektor bisnis dan industri dengan pemberlakuan tarif minimum. Pemberlakuan cuti daya untuk pelanggan daya 200 kVA merupakan kebijakan yang mendorong sektor industri tetap bertahan di masa pandemi.

PT PLN (Persero) UID Banten melakukan Energize Pemulihan Daya Konsumen Tegangan Tinggi PT Gunung Mulia Steel dengan daya 35.000 kilo Volt Ampere (kVA) pada 30 Agustus 2021. Sebelumnya di awal pandemi PT Gunung Mulia Steel memanfaatkan kebijakan cuti daya tersebut dan saat ini telah kembali bangkit untuk beroperasi.

General Manager PLN UID Banten, Sandika Aflianto mengungkapkan energize pemulihan daya PT Gunung Mulia Steel sinergi antar unit PLN di Banten untuk terus mendorong pelanggan pulih dan produktif meski di masa pandemi.

“Ini menjadi bukti komitmen PLN selalu siap untuk melayani pelanggan kapan saja. Di April 2020 lalu ketika awal pandemi sangat berdampak pada sektor industri, beberapa pelanggan mengajukan cuti daya. PT Gunung Mulia Steel saat ini telah siap untuk berproduksinya kembali dan PLN tentunya siap untuk mendukung hal ini,” ungkap General Manager PT PLN (Persero) UID Banten, Sandika Aflianto melalui keterangan tertulis, Selasa (31/8).

PT Gunung Mulia Steel akan optimal beroperasi kembali pada Agustus 2021 dengan daya 35.000 kVA dengan estimasi pemakaian minimum 18juta kWh dan pendapatan minimum 18 Milyar/bulan dengan kapasitas produksi 500 ton/tahun.

Manager PT PLN (Persero) UP3 Banten Utara Aep Saepudin mengungkapkan PT Gunung Mulia Steel akan melakukan ekspansi untuk meningkatkan kapasitas produksi di bulan November 2021 dengan penambahan total daya sebesar 60.000 kVA, dan Desember 2021 sebesat 90.000 kVA, dan Desember 2022 sebesar 120.000 kVA.

“PLN mulai melayani kebutuhan listrik PT Gunung Mulia Steel dengan daya 35.000 kVA dan akan bertambah menjadi 120.000 kVA pada Desember 2022. Hal ini merupakan bukti komitmen PLN untuk memenuhi setiap kebutuhan lsitrik, khususnya untuk sektor industri yang menggerakan roda perekonomian,” ujar Aep.

PT Gunung Mulia Steel merupakan perusahan peleburan baja yang berfokus pada produksi baja konstruksi. Proses produksi mengutamakan utilisasi tungku baja (electric furnace) dimana membutuhkan keandalan pasokan listrik yang sangat baik.

“Dengan semangat bangkit optimalisasi produksi yang terus meningkat, maka sejalan dengan semangat PLN untuk memberikan pelayanan dan pasokan yg handal. PLN dan pelanggan akan tumbuh bersama untuk meningkatkan perekonomian Indonesia,” lanjut Aep.

Energize Pemulihan daya Konsumen Tegangan Tinggi ini merupakan bentuk sinergi dari PT PLN Persero UID Banten, PLN Pusertif, UIT JBB, UIP2B dan UIP JBB untuk mendukung sektor pelanggan industri. Turut hadir dalam kegiatan itu General Manager PT PLN (Persero) UID Banten, Sandika Aflianto, General Manager UIP JBB, Ratnasari Sjamsuddin,Senior Manager Niaga PLN UID Banten, Donny Adriansyah, Manager UP3 Banten Utara, Aep Saepudin, Manager UP II UPP JBB, Otong Sugiyono, dan Direktur PT Gunung Mulia Steel, Mr. Hwang. (*/Ismet)