DPP Apersi Temui Bos Bank BTN

479

JAKARTA, EKBISBANTEN.COM – Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menemui Direktur Utama Bank BTN Pahala N Masuri di Menara BTN Lantai 6 Jalan Gajah Mada No. 1, Jakarta Pusat, Jumat (21/2).

Kedatangan rombongan dibawah Ketua Umum DPP Apersi Junaedi Abdillah ini dalam rangka silaturahmi sekaligus meminta kejelasan kemudahan pembiayaan perumahan bagi masyarakat.

Turut hadir dalam kunjungan kali ini, Sekjen DPP Apersi Daniel Djumali, Bendahara Umum DPP Apersi Surya Candra, perwakilan pengembang sekaligus Sekretaris DPD Apersi Banten Nurry Dalimunthe, dan Firman dan Haliman dari DPD Apersi Jawa Barat.

Sementara dari pihak Bank BTN diantaranya, Direktur Big Data Setyo Wibowo, Direktur Comercial dan Consumer Pending Hirwandi Gafar, Direktur Asset Manajemen Elizabet Novi, Kepala Divisi SDM Penta, Kepala Divisi COD Joni, Kepala Divisi Syariah Alex, Kepala Divisi CMLD Astuti.

Ketua Umum DPP Apersi Junaedi Abdillah yang akrab disapa Juned mengapresiasi hubungan Bank BTN dengan Apersi yang sudah seperti suami istri.

“Harapan dari Apersi agar Bank BTN mau mendengarkan masukan dari para pengembang agar proses bisnis bisa berjalan lancar,” kata Juned.

Menurut Nurry Dalimonthe, mewakili para pengembang, beberapa masukan hasil dari pertemuan dengan bos Bank BTN diantaranya :

  1. Developer KPL KYG tapi sertifikat belum pecah bisa akad KPR.
  2. Developer Non KPL KYG kriteria minimal GOLD tapi sertifikat belum pecah dapat akad KPR.
  3. Untuk developer recycele bisa proses kredit Subsidi. Bantuan BTN untuk penyelesaian lat dat pengembang dari dana retensi melalui fokus BTN.
  4. Evaluasi terhadap sistem OTS Bank BTN.
  5. PC (Return Payment Capacity) dinaikan menjadi 60 persen.
  6. Untuk proses OTS bisa dilakukan lebih cepat dan lebih efektif.

“Berdasarkan hasil pertemuan ini, Bank BTN berjanji akan segera menindaklanjuti masukan Apersi yang sangat bermanfaat. Kemudian untuk pengembang yang memiliki fasilitas KYG KPL sertifikat belum pecah bisa akad kredit,” pungkasnya. (raden)