DP KPR 0%, REI Banten: Kesempatan Bagus Bagi Masyarakat Miliki Rumah

120
OPTIMISTIS: Ketua DPD REI Banten Roni Hardiyanto Adali . (Foto: Istimewa)

SERANG, EKBISBANTEN – Pemerintah resmi memberikan kelonggaran kepemilikan rumah (KPR) tanpa uang muka atau dowm payment (DP) hingga nol persen. Tujuannya untuk mendongkrak pasar properti yang anjlok akibat badai pandemi Covid-19. Aturan ini efektif berlaku mulai 1 Maret hingga 31 Desember 2021.

Menyikapi relaksasi tersebut, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Banten Roni Hardiyanto Adali mengatakan, pihaknya menyambut gembira kebijakan pemerintah menerapkan pembelian rumah uang muka (DP) nol persen. Menurutnya, selain akan menggerakan pasar properti yang sedang lesu, juga akan makin mempermudah masyarakat Indonesia, khususnya warga Banten memiliki rumah.

“Tentu (kebijakan DP nol persen) akan semakin menggairahkan lagi pasar properti. Karena dengan adanya DP nol persen juga akan memudahkan masyarakat yang ingin beli rumah tapi terkendala dengan uang muka. Tentunya dengan aturan baru ini akan mengatasi hal tersebut (kesulitan masyarakat punya rumah),” ujar Roni saat dihubungi Ekbisbanten.com melalui sambungan seluler, Jumat (19/2).

Apalagi kata Roni, di tengah menurunnya daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19, kebijakan tanpa uang muka ini akan sangat membantu meningkatkan minat masyarakat untuk membeli properti.

“Tentu ini kesempatan bagus buat masyarakat (miliki rumah). Hanya memang, aturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini harus dilaksanakan oleh bank-bank pelaksananya di seluruh Indonesia dan khususnya di Banten,” jelas Roni.

Tak hanya meningkatkan minat masyarakat membeli rumah, kebijakan pembelian rumah tanpa uang muka ini, akan meningkatkan penjualan rumah para pengembang properti.

“Dan pastinya juga akan meningkatkan penjualan properti oleh para pengembang. Saya prediksi penjualan properti akan naik 25 persen sampai dengan 40 persen. Kalau kebijakan ini dilaksanakan sesuai aturan,” katanya.

Sementara itu dari sisi perbankan lanjut Roni, dengan adanya kebijakan pembelian rumah tanpa uang muka akan meningkatkan kredit kepemilikan rumah (KPR) yang sempat tertahan.

“Jadi ini angin segar buat kita semua termasuk para pengembang dan ini menggairahkan industri properti yang selama ini tertekan akibat Covid-19,” katanya.

Roni menambahkan, dengan adanya kebijakan kelongggaran KPR nol persen, ekonomi Indonesia khussunya Banten juga diharapkan akan lebih menggeliat dari triwulan sebelumnya.

“Makanya kita sih dengan adanya aturan baru ini menyambut gembira, semangat dan tetap optimis,” katanya.

“Apalagi industri properti ini lokomotif pergerakan ekonomi di daerah. Karena turunan dari industri properti itu banyak. Ada 174 peghikut lainnya. Seperti semen, batu bata, genteng, pasir, besi dan lain sebagainya. Tentu ini akan menggerakan ekonomi lebih cepat,” sambung Roni.

Roni mengaku, selama tahun 2020 REI Banten berhasil membangun 6 ribu unit rumah. Namun dengan adanya aturan baru KPR tanpa uang muka pede bisa menjual 12 ribu unit rumah.

“Target tahun 2021 ini 12 ribu unit walaupun kita tahu saat ini sedang Covid-19. Tahun 2020 kita hanya mencapai 6 ribu unit karena dihantam Covid-19. Walaupun target tahun ini dua kali lipatnya kita optimistis. Ini memang target menantang. Tapi target ini berdasarkan target dari temen-temen anggota kita,” pungkasnya. (ismet)