Dosen Fakultas Hukum Untirta Ini Sukses Publikasikan Jurnal Bereputasi Q1 Scopus

177
Eva Johan
Dosen FH Untirta, Eva Johan. (Foto: Facebook Eva Johan).

EKBISBANTEN.COM – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Salah seorang Dosen tetap di sana yakni Eva Johan sukses mempublikasikan karya ilmiah pada jurnal terindeks Scopus.

Tidak tanggung-tanggung, Eva yang berkolaborasi dengan Hanna Schebesta berhasil menerbitkan jurnal pada Quartile tertinggi yaitu Quartile 1 (Q1).

Adapun judul jurnal yang diterbitkan Eva bersama Hanna yakni: ‘Religious Regulation Meets International Trade Law: Halal Measures, a Trade Obstacle? Evidence from the SPS and TBT Committees’.

Dalam keterangan yang ditulis dosen yang saat ini sedang menempuh Pendidikan Doktoral (S3) di Wageningen University itu di laman Facebook pribadinya, Ia menjelaskan mengenai jurnal yang diterbitkannya.

Menurutnya, pada awal pembentukannya, codex Halal FAO ditujukan sebagai referensi bagi anggota WTO dalam mempersiapkan perdagangan produk-produk halal terutama untuk komunitas muslim.

“Sepanjang 25 tahun, kami menemukan bahwa beberapa tindakan atau aturan terkait Halal telah menjadi perhatian negara-negara anggota WTO di bawah Komite Keamanan Pangan, Hewan dan Tumbuhan (SPS) dan Komite Hambatan Teknis Perdagangan (TBT),” tulisnya.

Secara mengejutkan, lanjut Eva, perkembangan aturan Halal domestik suatu negara telah mendapatkan perhatian lebih di WTO.

“Kami melakukan analisis empiris terhadap perhatian (concerns) yang timbul di kedua Komite tersebut. Kami mengidentifikasi 5 tindakan terkait Halal yang menjadi perhatian mendesak di bawah aturan hukum WTO,” tambahnya.

Kesuksesan Eva yang berhasil menerbitkan jurnal terindeks Q1 Scopus itupun disambut hangat oleh rekan-rekan sejawatnya yang membanjiri dengan ucapan selamat.

“Wah it’s great achievement,” tulis Mas Nana Jumena.

“Mantap Bu Eva Johan. Keren,” sambung Iko Matussuniah.

“Wahh kereen,” kata Rena Yulia.

“Bu Eva ini kok ya kerennya gak abis-abis,” timpal Ferry Faturochman.***