Distribusi Vaksin Topang Imbal Hasil Reksadana Hasil Saham Biasa tembus 10 Persen di 2021

4

EKBISBANTEN.COM – Tingkat pengembalian investasi (return) reksadana saham diperkirakan pulih tahun depan, dengan perkiraan return 10 persen. Dilansir Investor.id, hal itu bakal ditopang oleh sentimen perbaikan ekonomi yang bisa berdampak pada kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), setelah vaksin Covid-19 didistribusikan ke masyarakat.

“Dengan asumsi vaksin dapat membuka lagi aktivitas masyarakat, return reksadana saham tahun depan bisa mencapai 10 persen,” kata Head of Market Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana dilansir Investor Daily, akhir pekan lalu.

Namun tahun ini, reksadana pendapatan tetap dan pasar uang yang diprediksi masih membukukan kinerja paling positif. Wawan menyebutkan, return reksadana pendapatan tetap dan pasar uang masing-masing diperkirakan mencapai 4-4,5 persen dan 7-8 persen di 2020.

Sedangkan untuk reksadana saham, Wawan menilai, bisa mencapai angka positif tahun ini. Namun, demonstrasi menentang Undang-Undang Cipta Kerja dan kericuhannya bisa menekan return reksadana saham menjadi negatif.

“Return negatif reksadana saham ini terlihat dari penurunan kinerja IHSG. Sebagai informasi, IHSG selama September 2020 menurun 7 persen. Kami masih menunggu laporan keuangan kuartal III 2020 untuk merevisi target,” kata dia.

Senada, Ketua Asosiasi Manajer Investasi Indonesia Edward Lubis, mengatakan pelaku industri memperkirakan perbaikan return reksadana saham tahun depan. Namun, tahun ini hingga awal tahun depan, investasi reksadana masih akan terfokus pada instrumen yang defensif seperti reksadana pendapatan tetap, reksadana terproteksi, dan reksadana pasar uang.

Dalam tiga bulan ke depan, dia mengatakan, return reksadana pendapatan tetap akan berada di angka 1,5-3 persen. Sedangkan reksadana pasar uang di sekitar 1-1,5 persen. Return tersebut, menurut Edward memang cukup rendah, namun lebih baik ketimbang return di reksadana saham yang bergerak sangat volatile.

“Investasi di reksadana saham saat ini cenderung ke porsi trading di Exchange Traded Fund (ETF),” kata dia.

Kinerja IHSG dan Indeks Reksadana
Menurut catatan Bareksa, secara year to date per 9 Oktober 2020, IHSG masih minus 19,78 persen. Sejalan kinerja IHSG, kinerja 5 dari 8 indeks reksadana juga tercatat negatif, sedangkan 3 lainnya membukukan kinerja positif.

Penurunan terdalam dicatatkan indeks reksadana saham syariah yang minus 22,39 persen. Kemudian disusul indeks reksadana saham negatif 22,39 persen, indeks reksadana campuran -11,06 persen, indeks reksadana campuran syariah -8,41 persen dan indeks reksadana pasar uang -0,82 persen.

Sedangkan kinerja positif dibukukan reksadana pendapatan tetap yang tumbuh 3,42 persen, indeks reksadana pasar uang syariah 1,33 persen dan indeks reksadana pendapatan tetap syariah 0,75 persen. (*/Raden)