Dilarang Beli Pertalite Pakai Jerigen, Pedagang BBM Eceran di Kota Cilegon Mengeluh

41
Pedagang BBM Eceran
Supriyanto saat melayani konsumen yang membeli BBM jenis Pertamax di warungnya. BBM jenis Pertalite terlihat kosong di Pom Mini miliknya. (FOTO: MAULANA/EKBISBANTEN.COM).

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Pasca dikeluarkannya aturan larangan membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite menggunakan jerigen di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) oleh Pertamina, para pedagang BBM eceran di Kota Cilegon mengeluh.

Diketahui, aturan itu dikeluarkan oleh Pertamina menyusul adanya aturan dari pemerintah melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 37./2022 tentang Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan, resmi mengubah status BBM RON 90 atau Pertalite menjadi bahan bakar khusus penugasan pengganti Premium.

Dampak dari pelarangan membeli Pertalite menggunakan jerigen itu membuat seluruh pedagang BBM eceran di Kota Cilegon terpaksa menjual Pertamax, bahkan tak sedikit yang memilih untuk menutup usahanya. Peristiwa ini telah berlangsung sekitar seminggu.

“Kalau Pertalite itu kan harganya terjangkau jadi masyarakat itu pasti pengennya beli Pertalite. Kalau kita untuk saat ini disuruh oleh SPBU itu kan belinya Pertamax, jadi kalau jualannya kurang diminati oleh masyarakat maka dampaknya itu kurang bagus untuk pedagang eceran,” kata Supriyanto saat diwawancarai Ekbisbanten.com di depan warungnya di Jalan Maulana Yusuf, Citangkil, Kota Cilegon, Senin (18/4/2022).

Karena adanya pelarangan tersebut, Supriyanto kini hanya menjual BBM jenis Pertamax di warungnya. Meski begitu, ia tetap mengalami kesulitan lantaran berpengaruh kepada pendapatannya akibat tidak menjual Pertalite.

“Kalau masih ada Pertalite kita pendapatan itu sekitar Rp 125 ribu bersihnya, setelah kita disuruh berganti Pertamax ini kita bingung belum bisa memprediksi keuntungan soalnya misal kita belanja berapa ratus ribu itu paling habisnya bisa 3 hari. Tapi pas masih ada Pertalite itu setiap hari belanja, jadi dampaknya luar biasa,” ujarnya.

Sutarya menunjukan Pom Mini BBM ecerannya ditutup usai adanya pelarangan membeli BBM jenis Pertalite menggunakan jerigen.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sutarya pedagang BBM eceran yang berlokasi di Jalan Brigjend KH Syam’un, Citangkil, Kota Cilegon yang juga mengalami kesulitan akibat dampak pelarangan membeli Pertalite menggunakan jerigen.

Sutarya mengaku, saat ini dirinya lebih memilih untuk tidak berjualan BBM eceran terlebih dahulu, meskipun pihak SPBU masih mengijinkan pembelian BBM jenis Pertamax menggunakan jerigen.

“Pikir-pikir dulu lah untuk jual Pertamax. Sebab yang belinya juga agak sungkan, pasti ke SPBU semua. Makanya ini berpengaruhbuat pedagang, biasa omzet lumayan dari total penjualan, sekarang sama sekali gak ada,” ucapnya.

Sutarya menuturkan, sebelum adanya pelarangan tersebut dirinya biasa membeli Pertalite di SPBU sebanyak 100 liter per hari dan selalu habis. “Sehari sekali 100 liter dan selalu habis. Kurang berani kalau beli Pertamax karena mahal dan kurang terjangkau untuk tukang ojeg, anak sekolah,” tuturnya.

Baik Supriyanto maupun Sutarya, keduanya berharap agar pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan dan mengijinkan kembali para pedagang BBM eceran menjual Pertalite, meskipun dengan syarat dan ketentuan.***