Dihantam Korona, Pertumbuhan Ekonomi Banten Triwulan I 2020 Nyungsep

195
Ilustrasi kegiatan ekonomi di pasar

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat, akibat pandemi Covid-19 pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan I 2020 tumbuh sebesar 3,09 persen atau turun dibanding triwulan IV 2019 sebesar 5,90 persen.

Kepala BPS Provinsi Banten, Adhi Wiriana mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan I 2020 ini menjadi yang terburuk sejak tahun 2013.

“Angka pertumbuhan 3,09 persen ini dibandingkan dari tahun 2013 hingga 2019 merupakan kondisi yang relatif terendah. Karena angka 3,09 persen ini dalam sejarah kita sejak tahun 2013 tidak pernah dialami pertumbuhan dibawah empat persen. Bahkan dibawah lima persen pun tidak pernah. Dan baru kita alami di triwulan I 2020,” papar Adhi dalam video conference (Vicon) rilis berita statistik, Selasa (5/5).

Adhi menjelaskan, dibanding dengan tahun 2020, laju pertumbuhan ekonomi Banten pada tahun 2013 tumbuh sebesar 6,67 persen, kemudian tahun 2014 tumbuh sebesar 5,51 persen, tahun 2015 tumbuh sebesar 5,45 persen, dan tahun 2016 tumbuh sebesar 5,28 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2017 tumbuh 5,75 persen, tahun 2018 sebesar tumbuh 5,82 persen, dan tahun 2019 sebesar tumbuh 5,53 persen.

“Secara year on year (yoy) angka 3,09 persen ini dari Tahun 2017 sampai dengan tahun 2020 juga merupakan kondisi terburuk,” katanya.

Adhi melanjutkan, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 8,70 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran dicapai oleh komponen konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,19 persen.

“Hal ini disebabkan lalulintas komunikasi akibat Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) yang mulai terjadi sejak awal bulan Februari oleh pemerintah Provinsi Banten,” katanya.

Pertumbuhan ekonomi Banten triwulan I-2020 terhadap triwulan IV-2019 (q-to-q)
diwarnai faktor musiman pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang tumbuh sebesar 2,02 persen.

“Pertumbuhan positif juga terjadi pada lapangan usaha pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang sebesar 1,78 persen, jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 1,68 persen, informasi dan lomunikasi sebesar 1,16 persen, jasa perusahaan sebesar 1,15 persen dan beberapa lapangan usaha lainnya,” ujar Adhi.

Kendati demikian, pertumbuhan lapangan usaha tersebut tidak cukup menahan terjadinya lambannya pertumbuhan ekonomi Banten di triwulan I-2020 sebesar 3,09 persen.

“Lambannya pertumbuhan pada beberapa lapangan usaha yang memiliki kontribusi besar juga terjadi pada industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, Reparasi mobil dan sepeda motor, konstruksi, transportasi dan Pergudangan, Jasa Pendidikan, penyediaan akomodasi dan makan minum, Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib serta Pengadaan Listrik dan Gas,” tutup Adhi. (Raden)