Direktur Delton, Jajuli Reva mengatakan, cuaca buruk yang terjadi selama bulan Desember mengakibatkan banyak rumput laut miliknya gagal dipanen.
“Cuaca ekstrim begini rumput laut jadi rusak dan tidak bisa dipanen. Jadi jumlah ekspornya lebih sedikit,” kata Jajuli saat dihubungi ekbisbanten.com melalui pesan singkat whastapp, Jumat (25/12).
Ia mengaku, pada Desember 2020 ini, pihaknya hanya mampu mengekspor sebanyak 25 ton. Sementara pada Juli 2020 lalu bisa mengirim hingga 350 ton.
Dikatakan Jajuli, seluruh lahan pertanian budidaya rumput laut miliknya terkena dampak dari cuaca buruk. Baik itu di wilayah Serang, Lampung dan Pulo Seribu.
“Situasi ini biasanya terjadi di akhir tahun karena memasuki musim penghujan dan mulai membaik ketika bulan Februari,” jelasnya.
Jajuli berharap di tahun 2021 nanti para petani budidaya rumput laut bisa memaksimalkan potensi hasil lautnya. Hal ini tentu perlu disuport oleh pemerintah salah satunya lewat perizinan usaha laut.
“Saya ingin mengembangkan budidaya rumput laut hingga Karimun Jawa, karena ini potensi alam yang baik dan perlu dikembangkan,” pungkas Jajuli. (Raden)
]]>