Diduga Memonopoli Peluang Usaha, AMCM Demo PT Krakatau Posco

62
PT Krakatau Posco
Massa aksi Aliansi Masyarakat Cilegon Menggugat berdemonstrasi di depan pintu gerbang PT Krakatau Posco. (Foto: Maulana/Ekbisbanten.com)

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cilegon Menggugat (AMCM) menggeruduk PT Krakatau Posco yang beralamat di Kawasan Industri Krakatau, Jalan Afrika, Kelurahan Samangraya, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Jum’at (1/3/2022).

Ratusan massa aksi itu berdemonstrasi di depan pintu gerbang PT Krakatau Posco menuntut pihak perusahaan agar bersikap kooperatif terhadap para pengusaha lokal di Kota Cilegon.

Pasalnya, berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah orator yang berorasi itu menduga PT Krakatau Posco telah memonopoli sejumlah peluang usaha dengan memberikan kepada anak-anak perusahaannya.

Bahkan, di pintu gerbang PT Krakatau Posco terpasang sejumlah spanduk bernada kritik dan kecaman terhadap perusahaan dan sejumlah oknum yang diduga telah memonopoli peluang usaha.

“Bubarkan KPFA (Krakatau Posco Family Asosiation),” bunyi salah satu spanduk.

Humas aksi demonstrasi Juli Tresno Aji membenarkan tuntutan ratusan massa aksi itu. Menurutnya, massa aksi meminta kepada PT Krakatau Posco untuk dapat bermitra dengan para pengusaha lokal Cilegon dan menghindari tindakan monopoli peluang usaha.

“Yang disampaikan adalah bagaimana Krakatau Posco ini bisa bermitra bersama dengan pengusaha lokal khususnya, hanya itu,” katanya kepada wartawan.

“Sepertinya begitu. Karena memang informasi itu ada tuntutan bubarkan KPFA itu, Krakatau Posco Family Asosiation. Iya (ada dugaan monopoli),” imbuhnya.

Meski begitu, Juli selaku salah satu perwakilan yang berunding dengan pihak PT Krakatau Posco di sela-sela aksi demonstrasi berlangsung menyatakan, pihak perusahaan mengaku beri’tikad baik untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Hasil mediasi nanti ada i’tikad baik dari Krakatau Posco untuk memfasilitasi itu. Yang menemui Pak Dedi sama Pak Edi kalau gak salah,” ujarnya.***