Di Tengah Korona, Laba Bersih bank bjb Triwulan I/2020 Tembus Rp418 Miliar

92
TERUS TUMBUH DAN BERKEMBANG: Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi saat menerima penghargaan Bank BUMD terbaik oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Awards 2019 di Nusa Dua, Bali, akhir tahun kemarin. (Foto: Dok. bank bjb)

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Di tengah perlambatan ekonomi global yang dipicu oleh pandemi birus korona atau Covid-19, kinerja keungan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat & Banten, Tbk. (bank bjb) pada triwulan I Tahun 2020 berhasil menorehkan laba bersih sebesar Rp418 miliar.

“Catatan positif yang dibubuhkan perseroan ini menunjukan kekuatan kinerja perusahaan di tengah gempuran perlambatan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Hasil positif ini diiringi dengan serangkaian inovasi dan pengembangan berbagai produk dan jasa layanan perseroan demi menjaga keberlanjutan usaha yang konsisten,” Ujar Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi secara tertulis, Selasa (28/4).

Capaian positif tersebut diikuti penambahan nilai aset yang tercatat sebesar Rp123 triliun atau tumbuh sebesar 4,5 persen year on year (yoy). Kemudian, sektor kredit tumbuh 9,1 persen yoy menjadi Rp82,7 triliun.

“Pertumbuhan total kredit ini berada di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional yang berada di kisaran 6,09 persen per- Januari 2020,” kata Yuddy.

Pertumbuhan kredit tersebut berhasil dicapai akibat kualitas kredit yang diberikan dapat dijaga, dimana angka kredit macet dan bermasalah (Non Performing Loan) juga berhasil ditekan pada kisaran 1,65 persen yang juga di bawah rata-rata industri perbankan nasional yang tercatata 2,56 persen per Januari 2020.

“Dalam upaya penghimpunan dana, tercatat Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun perseroan bertumbuh sebesar 4 persen yoy menjadi sebesar Rp93,8 triliun ” katanya.

Masih kata Yuddy, perseroan juga berhasil menjaga porsi dana murahnya atau Current Account Saving Account (CASA) di level 48,5 persen.

“Pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan tetap kami jaga, di tengah kondisi wabah Virus Korona yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi, kami masih dapat menjaga catatan laju pertumbuhan positif.” tutup Yuddy. (Red)