Dewan Minta Pemprov Banten Dirikan Pusat Layanan Tabung Oksigen

32

TANGERANG, EKBISBANTEN.COM – Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Budi Prajogo meminta Pemprov Banten dirikan pusat-pusat layanan untuk tabung dan isi oksigen agar dapat memastikan ketersediaan oksigen di tengah lonjakan kasus Covid-19 di Banten.

Hal tersebut diperlukan agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat mengingat beberapa hari terakhir publik dikejutkan dengan kelangkaan tabung oksigen medis.

“Meskipun kasus ini sudah dapat diatasi oleh pihak kemanan, saya minta pemerintah memastikan ketersediaan tabung oksigen secara memadai, baik untuk kebutuhan faskes maupun di pasaran,” kata Budi Prajogo dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/7).

Budi Prajogo yang juga Politisi PKS ini menambahkan, lonjakan permintaan tabung oksigen dikarenakan tabung oksigen diperlukan oleh RS yang menangani kasus aktif dengan gejala sedang hingga berat juga diperlukan oleh pasien bergejala ringan atau sedang yang melakukan isolasi mandiri.

“RSUD Banten bahkan sampai meminta bantuan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten untuk mempermudah akses kebutuhan oksigen. Kebutuhan oksigen di rumah sakit cukup tinggi, sejak adanya lonjakan kasus COVID-19 di wilayah Provinsi Banten,” katanya.

Selain itu, Pemprov Banten juga harus menjamin tersedianya pasokan obat- obatan yang terjangkau.

“Karena beberapa waktu yang lalu Kajati Banten menemukan adanya kenaikan harga obat yang dianggap dapat menyembuhkan pasien Covid-19. Informasi yang saya dengar, kenaikan harga hingga empat kali lipat dari harga eceran harga (HET) di pasaran,” katanya.

“Kenaikan harga obat terkait obat Covid-19 sampai empat kali lipat seperti Favipiravir, Remdesivir, Oseltamivir obat yang berkaitan dengan Covid-19 seperti obat virus, dan sedang dicari masyarakat,” sambung Budi.

Ia menilai, pasien kasus positif dengan gejala semakin meningkat, sedangkan ketersediaan ruang isolasi di fasilitas kesehatan rujukan di beberapa daerah di Banten penuh.

“Kita tetap mengingatkan kepada masyarakat untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan, karena hampir semua rumah sakit (RS) di Kota Tangsel sudah hampir penuh akibat lonjakan kasus. Saat ini tenaga medis di Kota Tangsel juga sudah kewalahan dan kelelahan akibat peningkatan kasusnya ini,” katanya.

Tempat tidur di rumah sakit rujukan pasien Covid-19 wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) sudah penuh. Imbasnya, banyak pasien positif yang kesulitan mendapatkan ruang perawatan sampai kondisinya memburuk hingga meninggal dunia. Ujarnya

Berdasarkan data kasus pasien Covid-19 dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten hari sabtu 10 Juli 2021 sampai dengan pukul 12 .00 WIB, kasus Positif di Provinsi Banten terdapat 886 kasus baru, sehingga akumulasi kasus positif di Provinsi Banten sampai hari ini sebanyak 66.224 kasus.

Jumlah kasus sembuh tercatat sebanyak 497 orang sehingga akumulasi total kasus sembuh di Banten sampai hari ini ada sebanyak 56.300 kasus. (*/ismet)