Depresi Digilir Hingga Hamil, Ibu Muda Tega Bunuh Bayi Baru Lahir

14
Polres Serang Kota
Kapolres Serang Kota AKBP Maruli Ahiles Hutapea, didampingi Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP David Adhi Kusuma saat menunjukan barang bukti, Selasa (29/3/2022). (FOTO: ISTIMEWA).

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Serang Kota berhasil menangkap seorang perempuan inisial S (38) warga Sukabumi, Jawa Barat.

Pelaku ditangkap lantaran, pada saat melahirkan dengan sengaja membunuh bayi saat melahirkan tanpa bantuan medis.

Kejadian itu terjadi di Jalan Raya Serang-Jakarta, tepatnya di Kosan Putri Lingkungan Sapiah, RT 002 RW 013, Kelurahan Panancangan, Kecamatan Cipocok Jaya.

Kapolres Serang Kota AKBP Maruli Ahiles Hutapea, bahwa pelaku S dengan sengaja membiarkan bayi yang baru lahir meninggal dunia.

Sebab, kata AKBP Maruli, anak ini lahir tanpa perawatan atau bantuan medis, dan saat melahirkan, dibiarkan meninggal dunia.

“bayi prematur ini, lahir tanpa ada bantuan medis. Bayi itu lahir, 6 jam masih bernafas, setelahnya meninggal dunia,” kata AKBP Maruli kepada wartawan, didampingi Kasat Reskim Polres Serkot AKP David Adhi Kusuma di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP), Selasa (29/3/2022).

Dijelaskan Kapolres, di lokasi kejadian, ditemukan berbagai alat bukti. Di mana barang bukti digunakan pelaku, untuk menggunting ari-ari, dan gunting tidak higienis.

“Dari hasil otopsi, 6 jam sebelum meninggal masih bernafas bayi tersebut. Hasil otopsi ada memar di kepala, dan pelaku mengakui bahwa bayi itu terseluncur ke bawah, hingga terbentur lantai,” jelas AKBP Maruli.

Dikatakan Kapolres, kejadian yang dialami pelaku sangatlah miris, karena pelaku pembunuh bayi, diduga diperkosa dengan bergiliran oleh 2 orang laki-laki.

“Pelaku bekerja sebagai ART yang baru pindah dari Batam, pindah ke kontrakan baru 4 hari. pelaku di perkosa miris pelaku di gilir, disetubuhi atau diperkosa lebih dari satu orang. Pelaku dibuat mabok, dicekokin, kita masih selidiki yang memperkosanya,” tutur AKBP Maruli.

Atas kejadian tersebut pelaku dikenakan pasal 341 KUHP, dengan ancaman pindana maksimal 7 tahun.**