Staf Matahari Department Store Cilegon Yunus Firman Syah mengatakan, saat ini kondisi tempat kerjanya sangat terpuruk. Hal itu karena pendapatan yang didapatkan terjun bebas. Kondisi itu merupakan buah hasil dari kebijakan PPKM yang memaksa Matahari Department Store Cilegon di tutup.
“Situasi terburuknya itu setelah dikeluarkannya kebijakan PPKM, karena kita (Matahari Department Store-red) dipaksa tutup. Kalau engga ya pelanggar,” kata Yunus saat dikonfirmasi Ekbisbanten.com, Selasa (3/8).
Untuk menjaga stabilitas keuangan. Pihaknya saat ini hanya bisa mengandalkan penjualan melalui online. Kendati demikian, hasil dari penjualan online tidak berpengaruh secara signifikan untuk menambal kekurangan. Alhasil, pihaknya saat ini dengan berat hati merumahkan ratusan karyawannya. Hal itu karena pihak perusahaan sudah tidak sanggup lagi memberikan honor bulanan.
“Dalam kondisi kaya gini, pendapatan merosot, dan kita rumahkan karyawan 100 orang. Karena yang di toko sekarang hanya 10 sampai 16 orang,” ucapnya.
Menurutnya, pemerintah harus memikirkan para pengusaha dan karyawan. Karena bagaimana pun. Saat ini meraka sudah kehilangan mata pencaharianya.
“Pemerintah juga harus memikirkan. Kita (Pengusahaaktivitaya merugi selama Covid-19 ada. Terutama pas PPKM dan harapannya saya mall bisa di buka kembali. Agar aktivitas ekonomi bisa berjalan lagi,” harapnya. (Ocit)
]]>