Dampak PPKM, Harga Cengkeh di Pandeglang Anjlok Jadi Rp80 Ribu/Kg

20
Rempah-rempah cengkeh. Dok/Raden Warna/Ekbisbanten.com

PANDEGALANG, EKBISBANTEN.COM – Harga cengkah di Pasar Pari, Kecamatan Mandalawangi Kabupaten Pandeglang anjok dari harga Rp115 ribu per kilogram (Kg) menjadi Rp80 ribu Kg akibat pandemi Covid-19 dan perpanjangan PPKM.

Salah satu pedagang di Pasar Pari Adi Rohadi mengatakan, harga cengkeh mengalami penuruan yang signifikan sejak PPKM diberlakukan. Selama sebulan harga cengkeh anjlok dari Rp115 ribu menjadi Rp80 ribu perkilogram (kg).

“Turun semua, baik itu pala, melinjo, kopi dan coklat, yang paling parah itu terjadi di komoditas cengkeh,” kata Adi kepada Ekbisbanten.com, Rabu (28/7).

Lanjut Adi, turunnya harga komoditas bahan rempah-rempah tersebut disebabkan terbatasnya mobilitas warga di pasar karena jalur distribusi yang sulit untuk diakses.

“Biasanya kan cengkeh ini dikirim ke pulau Jawa, tapi karena ada PPKM jadi pasar kita hanya daerah sekitar pandeglang saja seperti ke Labuan,” imbuh Adi.

Selain cengkeh, komoditas melinjo juga mengalami penurunan dari Rp8 ribu/kg menjadi Rp5 ribu/kg. Hal ini disebabkan komoditas tersebut menumpuk hanya di satu tempat.

“Dirumah saya saja banyak ini, sampai 1 ton lebih ada biji melinjo, sedangkan serapan pasar saat ini hanya di daerah Menes sebanyak 200 kuintal,” imbuhnya.

Adi juga mengaku, selama PPKM berlangsung pihaknya mengeluhkan omset pendapatan yang anjlok hingga 50 persen, karena perputaran barang terhenti.

“Ya kita mah ikut aturan pemerintah saja, kalau memang kondisinya begini ya mau bagaimana lagi,” tutup Adi.

Selain cengkeh dan melinjo, komoditas biji kopi juga turun harga dari Rp16 ribu/kg menjadi Rp15 ribu/kg dan biji coklat turun daei Rp16 ribu/kg menjadi Rp15 ribu/kg. (Raden)