Dampak Corona, Destinasi Wisata Pandeglang Tutup Dua Pekan

90
(Kiri) Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Banten, Ashok Kumar berbicang bersama Kepala Bank Indonesia Provinsi Banten, Erwin Soeriadimadja. (Ekbisbanten.com)

PANDEGLANG, EKBISBANTEN.COM – Dalam upaya pencegahan virus corona, pemerintah Kabupaten Pandeglang menghimbau kepada seluruh pengelola destinasi wisata dan wisatawan, mulai tanggal 20 Maret sampai 3 April 2020 destinasi wisata dinyatakan ditutup.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Banten, Ashok Kumar mengungkapkan, wabah virus corona tidak bisa dihindari keberadaannya, cepat atau lambat wabah ini akan berdampak pada ekonomi daerah bahkan nasional.

“Kita tetap mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah, ini demi kebaikan bersama,” ujar Ashok saat dihubungi Ekbisbanten.com, Sabtu (21/3).

Ashok menambahkan, beberapa langkah yang harus disiapkan oleh pemerintah adalah meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui setiap dinas Kabupaten/Kota.

“Ketika wabah ini sudah teratasi, Dinas ketenagakerjaan sudah siap mengatasi keterpurukan akibat virus corona,” imbuhnya.

Untuk diketahui, saat ini jumlah korban positif akibat virus corona di Banten mencapai 23 orang. Hal ini harus segera mendapatkan perhatian khusus dari pelbagai pihak.

“Bukan soal Dinas Kesehatan saja, semua orang tau kalau virus ini harus ditangani dengan serius oleh semua pihak,” jelas Ashok.

Pihaknya berharap, penyebaran virus corona khususnya di Banten dapat segera diatasi, supaya perekonomian dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan normal kembali.

“Banyak tempat wisata dan pameran yang tutup akibat virus ini, jika begini saja dampaknya akan berbahaya bagi perekonomian,” tutup Ashok. (Raden)