Corona Mewabah, Arah Saham Emiten Emas RI Variatif

92
Dok pegadaian jakarta

JAKARTA, EKBISBANTEN.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (13/3/2020) dibuka koreksi 1,56% di level 4.895,75, dipicu sentimen yang memburuk akibat virus corona yang dinyatakan sebagai pandemi. Namun, bursa saham berakhir di zona hijau. Volatilitas ini dibarengi dengan pergerakan mixed saham-saham emiten emas.

Dikutip dari CNBC Indonesia, Karut-marutnya pasar saham global dan domestik semestinya memicu kenaikan harga emas sebagai aset investasi minim risiko (safe haven). Namun, harga emas di pasar spot dunia pekan lalu turun 3,07% ke US$ 1.529,42, yang merupakan harga terendah sejak 2 Januari di US$ 1.528,84/troy ons.

Pelaku pasar global, terutama di Amerika Serikat (AS), akhir pekan lalu berbalik kembali menyerbu bursa saham, hingga indeks Dow Jones melejit 9,4% ke 23.185,62. Walhasil, emas pun cenderung terkena aksi jual untuk mengejar return di saham dan sebagian memilih uang tunai guna memenuhi kebutuhan hidup di situasi sulit.

Menurut catatan Tim Riset CNBC Indonesia, saham emiten emas akhir pekan lalu bergerak variatif merespons fenomena tersebut, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 2,45% ke Rp 478/unit. Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi Antam pada Jumat (13/3/2020)terperosok2,43% sebesar Rp19.000 menjadi Rp 763.000/gram.

 
Namun demikian, saham tambang emas lain seperti PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) cenderung mengalami stagnasi di level Rp 1.125/unit. Sebaliknya, saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) justru melonjak 13,51% ke Rp 210/unit.
Demi melihat posisi tahanan atas (resistance) dan tahanan bawah (support), kami menilai saham emiten emas masih akan bergerak secara variatif sepekan ini.

Saham ANTM cenderung mengalami pembalikan arah menyusul aksi beli kembali dengan mencoba menembus resistance di 510 hingga mencapai kisaran 520. Pemicunya, indikator stochastic sudah di bawah area 20% dan mulai bersilangan ke atas.
Persilangan ke atas ini menunjukkan bahwa harga cenderung bergerak rebound. Sementara itu, support pertama ANTM di area 450 hingga menuju 430.

Sementara itu, saham MDKA cenderung melewati area resistance di 1.150 sampai ke area 1.200. Indikator stochastic juga menunjukkan titik jenih jual (oversold) mendorong pantulan ke atas. Sementara itu, support pertama ada 1.050 hingga 1.000.

Saham PSAB cenderung terkoreksi karena sudah melampaui batas atas dari indikator bollinger band dengan support pertama di 190 hingga 145.

Sementara itu, indikator stochastic masih menunjukkan pergerakan ke atas lebih lanjut dan perlu menembus harga resistance di 235 hingga kisaran 270.

Jika kita komparasi dengan ketiga emiten pertambangan ini semua terpantau untuk mulai bergerak rebound.
Namun, yang paling berpotensi rebound setelah IHSG di tutup di zona hijau adalah saham ANTM yang probabilitasnya lebih tinggi setelah penurunan tajam di sepekan terakhir dan melakukan aksi beli kembali dibandingkan kedua emiten lainnya. (*/raden/red)

Sumber: CNBC Indonesia
TIM RISET CNBC INDONESIA