Cetak Mahasiswa Berkopeten, UPG dan Pemkab Serang Lakukan MoU

20
Foto bersama usai kegiatan MoU antara UPG dan Pemkab Serang di Aula TB Suwandi. Foto/TB Maskur

KABUPATEN SERANG, EKBISBANTEN.COM – Universitas Primagraha (UPG) adakan kegiatan Penandatanganan nota kesepahaman (Mou) dengan pemerintah kabupaten (Pemkab) Serang pada Selasa, (5/3/2022).

Ketua Pelaksana MoU UPG Pemkab Serang Babay Suhendri menyampaikan, ditengah arus perubahan yang begitu cepat, perguruan tinggi harus melakukan adaptasi tanpa henti agar tidak terdiptrusi.

“Salah satu upaya itu adalah berfokus pada menciptakan mahasiswa yang kompeten, kompetensi mahasiswa dipersiapkan untuk lebih fleksibel. Guna mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja, serta teknologi.” Ucap ketua pelaksana kegiatan Babay Suhendri di aula TB Suwandi, Selasa (5/3/2022).

Program pengabdian masyarakat (Abdi Mas) universitas Primagraha (UPG), merupakan bentuk pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi, sebagai upaya UPG dalam kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Lebih lanjut Babay mengatakan, Saat ini ukuran kampus maju ditentukan oleh 8 kriteria salah satunya adalah mahasiswa mendapatkan pengalaman diluar kampus, dan hasil kerja dosen di gunakan oleh masyarakat.

Adapun tujuan dari program ini adalah diharapkan dapat diperhatikannya kebijakan merdeka belajar di kampus terdekat.

“Yaitu pembelajaran yang Otonom dan fleksibel, terciptanya kultur belajar yang inovatif tidak mengekang, serta sesuai dengan kebutuhan mahasiswa,” ungkapnya.

Perlu diketahui Abdi Mas merupakan program dukungan terhadap visi dan misi pemerintah daerah Kabupaten Serang, dalam upaya mensukseskan program pembangunan dan peningkatan sumber daya manusia di kabupaten Serang, khususnya pada upaya peningkatan indeks pembangunan manusia.

Babay menyebutkan, pelaksanaan dilakukan dalam 2 tahun dari mulai 2022 sampai 2024.

“Struktur tim Abdi Mas, melibatkan 166 dosen, terdiri dari 36 panitia teknis, 15 kordinator kolaboratif OPD, 29 kordinator kecamatan dan 86 kordinator pendamping desa. Serta melibatkan sebanyak 349 mahasiswa yang akan tersebar di 29 kecamatan di kabupaten Serang,” pungkasnya.

Rektor UPG Romli Ardi mengatakan hal yang sama, bahwa program pengabdian kepada masyarakat, merupakan bentuk pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi.

“Sebagai upaya UPG ikut serta dan kontribusi dalam pembangunan daerah,” ucap rektor UPG saat memberikan sambutan.

Lebih lanjut, Romli menyebutkan, program Abdi Mas merupakan manifestasi dari program Kemendikbud pada program implementasi merdeka belajar kampus merdeka.

“Kami menyadari pengabdian kepada masyarakat merupakan tugas yang sangat mulia dan kompleks, karenanya tugas berat ini perlu dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa dengan cara berkolaborasi dengan berbagai pihak khususnya pemerintah Kabupaten Serang,” ujarnya.

Adapun, perguruan tinggi sebagai produsen insan intelektual perlu untuk dirasakan keberadaannya oleh masyarakat secara langsung.

“Kami berharap, kehadiran dosen dan mahasiswa UPG dalam program Abdi Mas ini tidak dianggap sebagai beban seluruh komponen kerja, dan satuan kerja di pemerintahan Kabupaten Serang. Tetapi kami berharap, Kehadiran kami dapat dijadikan mitra dan manfaat sepenuhnya untuk bersama-sama melaksanakan niat baik membangun Kabupaten Serang menuju kabupaten yang berdikari, dan sejahtera masyarakatnya,” tutupnya. ***