Cerita Pemuda Pandeglang Diterima FK UGM dan Raih Penghargaan Internasional

1102
Foto: Instagram @nursingnerd.riki

SERANG, EKBISBANTEN.COM – “Tidak ada usaha yang membohongi hasil”. Kutipan tersebut rasanya tepat menggambarkan perjuangan salah satu Mahasiswa Asal Kabupaten Pandeglang, Riki Wartakusumah (21) bisa masuk perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia.

Riki berhasil lolos dan diterima Universitas Gajah Mada (UGM) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarkat, dan Keperawatan (FK-KMK) pada tahun 2018. Tidak hanya itu dirinya juga mampu menyabet berbagai juara perlombaan dan penghargaan spesial hingga tingkat internasional.

“Dulu saya masuk UGM lewat jalur seleksi mandiri, sebelumnya gak pernah kepikiran mau masuk UGM, bahkan sempat milih kampus lain seperti Universitas Negeri Lampung, sempat coba masuk ke Universitas Padjadjaran dan Universitas Brawijaya namun ditolak lewat jalur SNMPTN dan SBMPTN,” ungkap Riki kepada Ekbisbanten.com, Kamis (4/1).

Diceritakan pemuda kelahiran Pandeglang 16 November 1999 tersebut, sejak kelas 2 sekolah di Madrasah Aliah Negeri (MAN) 2 Kota Serang, Riki sudah mempersiapkan diri untuk masuk ke universitas ternama.

Foto Riki Wartakusumah saat memegang dua mendali emas usai memenangkan lomba Pimnas 2020

“Hari Senin sampai Sabtu itu fokus belajar buat persiapan, jadi dijadwal dan punya target belajar apa saja, seperti pelajaran matematika, bahasa inggris dan test potensi akademik, hari Minggu saya usahakan bisa refreshing,” kata anak kedua dari tiga bersaudara itu.

Dengan kegigihanya tersebut, Riki mampu menorehkan prestasi membanggakan untuk kampusnya bahkan bangsa Indonesia. Pasalnya Riki pernah menyabet juara ke-2 dalam perlombaan inovasi teknologi dalam kategori Health Sciences, yang digelar oleh College Subang Jaya Malaysia tahun 2019.

“Saingannya itu dari negara Inggris, Korea Selatan, Turki, China dan masih banyak lagi, aku juva dapat penghargaam special dari Korea University Invention Association,” terang pria yang pernah sekolah di MTs N Pandeglang 2 tersebut.

Selain itu, berbagai perlombaan tingkat Nasional juga pernah ia ikuti dan berhasil mendapat juara. Teranyar ia berhasil mendapat dua mendali emas Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2020 yang dilaksanakan olek Kemendikbud dan diikuti oleh 5.700 peserta.

“Banyak banget lomba tingkat Nasional, pernah ke Bali, Pekalongan, Padang, Bandung, dan Purwokerto Alhamdulillah dapat juara,” kata Riki.

Tak sukar berbagi, Riki membeberkan 5 kunci prinsip hidup yang dipegang teguh selama mengarungi dunia pendidikan sejak dulu.

“Aku pegang prinsip Aa Gym yang 5 us, yaitu hati yang tulus, yang kedua adalah ibadah yang bagus, kemudian hidup yang lurus, yang keempat adalah ikhtiar harus serius, dan yang terakhir adalah tobat terus menerus,” pungkas Riki. (Raden)