Cerita Bisnis Rudi Kurniadi Penggiat Kopi Banten

15
Penggiat kopi Robusta memproduksi Kopi Banten. Rudi Kurniadi, Sabtu (15/1/2022).

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Di rumah berukuran 7×8 beralamat di lingkungan Cipare, kelurahan Cipare, Kota Serang, Rudi Kurniadi sebagai penggiat kopi Robusta memproduksi Kopi Banten dengan bahan baku berasal dari Kopi Gunung karang, kabupaten Pandeglang.

Di rumah milik warisan orangtuanya, Rudi yang memiliki tiga orang anak dibantu dua karyawannya memproduksi kopi Banten dari mulai menjemur, sortir, hosting atau menyaring, mengiling kopi hingga mengemas Kopi Banten.

Dia menekuni bisnis Kopi sejak tahun 2015 silam. Rudi menceritakan awal mula memulai bisnis kopi karena menyukai kopi.

Namun yang tersedia di pasar tidak baik untuk kesehatan seperti penyakit lambung. Akhirnya dia pun membuat kopi sendiri.

BACA JUGA : Lezatnya Kuliner Empal Gentong dan Oseng Mercon di Cilamaya Cafe and Resto Cilegon

“Awal mula bisnis kopi, Karena saya suka kopi, namun kopi di pasaran tidak baik untuk kesehatan, maka saya buat lah kopi alami, terlebih kopi Banten ini bahan bakunya lokal dari Banten. Dan juga kopi lokal sudah ada sejak Zaman Sultan,” ujar Rudi Kurniadi, saat ditemui di kediamannya, Sabtu (15/1/2022).

Rudi mengaku, dalam sebulan dirinya bisa menjual sebanyak 300 pcs. Dengan kemasan berukuran 80 gram dengan harga Rp15 ribu dan 120 gram harga Rp20 ribu.

“Kopi Banten ini saya simpan di toko pusat oleh oleh di Kota Serang. Sebelum pandemi omset saya rata – rata dalam sebulan omset mencapai Rp8 sampai Rp9 juta,” ungkapnya.

Namun selama 2 tahun pandemi, Rudi mengaku omsetnya menurun drastis. Dirinya hanya mampu menjual lewat online. Dengan penghasilan hanya Rp1juta.

“Sebelum pandemi, kopi Banten pernah juga dikirim luar kota Serang seperti ke Padang, Bali, Yogyakarta, bahkan sampai ke Brunei pesanan satu sampai dua dus, namun tidak berkelanjutan,” terangnya.

Selain itu, bisnis kopi Banten pernah juga mengikuti beberapa pameran seperti pameran produk HUT Kota Serang dan Pameran di Pontang Kabupaten Serang.

Kendati demikian, sejak covid melandai di awal 2022, bisnis kopinya mulai bangkit kembali. saat ini baru dijual di toko oleh-oleh di Kota Serang ada 11 toko dan di Kota Cilegon ada 2 toko. Namun sangat disayangkan, Rudi mengaku belum merasakan hadirnya pemerintah untuk mendukung para pelaku UMKM

“Kan kota Serang banyak tempat wisata, seperti Kesultanan Banten, MBS, harusnya pemerintah membuat kios atau toko oleh oleh khas Banten, jadi kita juga terbantu pemasarannya,” tutupnya.***