Cari Untung, Petani di Kabupaten Serang Pilih Penen Padi Lebih Awal

34
PANEN RAYA: Petani padi di Kampung Sidungkul, Desa Serdang, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang mengaku melakukan panen raya lebih awal. Tujuannya untuk mengurangi tingkat kerugian harga jual gabah kepada para pengepul atau pemilik gilingan, Sabtu (20/3). (FOTO: ISMATULLAH / EKBISBANTEN.COM)

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Petani padi di Kampung Sidungkul, Desa Serdang, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang melakukan panen raya lebih awal. Tujuannya untuk mengurangi tingkat kerugian harga jual gabah kepada para pengepul atau pemilik gilingan.

Salah satunya dilakukan Rasmana, petani padi asal Desa Serdang Kabupaten Serang. Ia mengatakan, dengan panen padi lebih awal harga jual gabah akan lebih tinggi.

“Karena kalau panennya dilakukan besok-besok, harga gabahnya lebih murah mas. Makanya kita panennnya lebih awal,” kata Rasmana saat ditemui wartawan di lahan garapan sawah miliknya, Sabtu (20/3).

Saat ini ia mengaku, harga jual gabah ditingkat petani seharga Rp4.000/kilogram (Kg) dan untuk gabah kering dijual Rp4.800/Kg.

“Iya, untuk sekarang kalau gabah kering kita jual per satu timbang (100 Kg) Rp400 ribu, tapi kalau Rp480 ribu,” katanya.

Sementara itu ia mengatakan, jika panen raya dilakukan pada saat bersamaan dengan petani lain, harga jual gabah basah menjadi Rp300 ribu per satu timbang dan gabah kering Rp400 ribu per satu timbang.

“Kalau besok-besok harganya lebih murah,” katanya.

Selain agar harga gabah yang dijual lebih tinggi, ia berharap dengan panen raya lebih awal, pihaknya dapat mengejar masa tanam padi selanjutnya lebih cepat.

“Kalau di sini (Serang) dalam setahun biasanya dua kali panen,” katanya. (ismet)