Budy Setyawan, General Manajer The Royale Krakatau Hotel: Menjadi Orang Kaya Tidak Ada Jaminan Sukses

126
RAMAH: General Manajer The Royale Krakatau Hotel Cilegon Budy Setyawan saat ditemui di The Royale Krakatau Hotel belum lama ini. (FOTO: ISMATULLAH / EKBISBANTENCOM)

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Setiap orang ingin meraih kesuksesan. Baik sukses secara materi, uang melimpah, karir pekerjaan cemerlang ataupun hal lainnya. Namun setiap orang punya makna dan arti kesuksesan masing-masing.

Begitupun dengan General Manajer The Royale Krakatau Hotel Cilegon Budy Setyawan saat berbincang santai dengan wartawan Ekbisbantencom belum lama ini. Menurut pria yang akrab dipanggil Budy ini menuturkan, arti sukses bagi seorang muslim bukan hanya soal materi, namun sukses sejati yakni sukses dunia dan akhirat.

“Definisi sukses itu menurut saya bagaimana kita itu bisa mensukseskan orang lain. Sukses untuk diri sendiri itu hal biasa. Mungkin di sekeliling kita banyak orang kaya tapi itu tidak menjamin sukses. Karena orang kaya sukses itu menurut saya adalah orang kaya yang banyak memberi dan berbagi kepada orang lain,” ujar Budy.

Dengan banyak memberi dan berbagi kata alumni Universitas Sebelas Maret ini, berarti kekayaannya atau harta yang dimiliki bermanfaat untuk banyak orang, khususnya orang tidak mampu.

“Kalau hanya kaya tapi tidak mau berbagi menurut saya itu orang miskin. Apalagi banyak harta tapi masih korupsi dan ngentit (ngambil) hak orang lain itu orang miskin. Meskipuan dia punya pesawat tempur dan kapal pesiar. Saya anggap nol (kekayaannya),” terang pria kelahiran Pacitan, 30 April 1968 ini.

Terlebih katay Budy, sebaik-baik manusia dalam pandangannya, orang sukses merupakan orang yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitar.

“Jadi orang sukses adalah orang yang mampu menyukseskan orang lain. Dan orang bahagia adalah orang yang bisa membahagiakan orang lain,” kata.

Ditambah lanjut Budy, sebagai mahluk sosial, manusia tidak bisa hidup sendiri dan memishakn dari lingkungan masyarakat. Untuk itu, setiap orang harus saling mensuport dan berkolaborasi dengan satu sama lain.

“Untuk itu, Kolaborasi itu tidak hanya di pandemi harusnya. Jadi kerjasama itu kapanpun. Karena kita dalam hidup ini punya filosofi sebagai mahluk sosial harus siap melayani dan mau berbagi. Karena Allah itu memberikan karunia untuk dinikmati bersama-sama,” katanya. (ismet)