BPTP Banten Gencarkan Bimtek Inovasi Teknologi Pertanian

21
Foto/Istimewa

LEBAK, EKBISBANTEN.COM – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPT) Banten sebagai UK/UPT Kementerian Pertanian merealisasikan program padat karya melalui kegiatan bimbingan teknis (Bimtek).

BPTP Banten melalui kegiatan pendampingan strategis Kementan melaksanakan bimtek inovasi teknologi bagi petani di Kabupaten Lebak.

Bimtek bagi 30 orang petani tersebut berlansung pada Senin, 8 Maret 2021 di BPP Rangkasbitung.

Materi Bimtek tentang Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Padi ─Ćisampaikan Sri Kurniawati (peneliti BPTP Banten) yang dipandu oleh Kardiyono (peneliti BPTP Banten).

“Keberhasilan PHT dipengaruhi oleh teknis terkait teknologi, sosial, dan kebijakan” tegas Sri Kurniawati.

Selanjutnya Sri Kurniawati menyampaikan bahwa implementasi pengendalian diawali dengan: (1) sanitasi lahan dan lingkungan, (2) pengolahan tanah, (3) penggunaan pupuk organik, (4) penggunaan varietas tahan, (5) perlakuan benih, (6) persemaian sehat, (7) tanam serempak, (8) pengaturan jarak tanam, (9) pemupukan berimbang sesuai rekomendasi, (10) pengendalian gulma, (11) pengaturan air, (12) penanaman tanaman refugia, (13) pengendalian hayati dengan musuh alami, dan (14) penggunaan pestisida kimia.

Dari Dinas Pertanian Kab. Lebak hadir Deni Iskandar Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak yang memaparkan tentang Peran Penyuluhan dalam Mendukung Pembangunan Pertanian di Kabupaten Lebak.

“Petani sangat berperan di masa pandemi karena ketahanan pangan ada d tangan Bapak/Ibu Tani. Bahkan selama masa covid-19, kegiatan pertanian banyak diminati masyarakat yang seblumnya bekerja d luar sektor pertanian,” ujar Deni Iskandar.

Antusias peserta bimtek nampak ketika membahas benih unggul dan bermutu, jarak tanam, dan pemupukan, serta pembuatan beauveria. Fenomena yang dibahas mengangkat beredarnya jual beli benih melalui website/media sosial yang belum tentu dijamin kualitasnya. Selain itu petani menyampaikan sistem tanam dengan jarak 30 cm x 30 cm tanpa legowo.

Terkait pemupukan eksisting, belum semua petani mengikuti rekomendasi. Adapun pembuatan beauvaria menggunakan media beras.

Diakhir acara Dr. Kardiyono memotivasi petani agar menerapkan strategi sukses dalam berusaha tani, dengan motto lebih baik mencegah daripada mengobati. Petani diharapkan selalu semangat untuk “membaca, membaca, dan menerapkan”.

Selanjutnya, secara berkelanjutan selama Bulan Maret, Bimtek akan dilaksanakan di beberapa kecamatan di Kab. Lebak dengan materi yang berfokus pada masalah yang dihadapi petani terkait komoditas stategis pertanian. (*/Raden)