BPS: Inflasi Banten Terkendali di 3,15 Persen pada Juni 2023

| Selasa, 4 Juli 2023

| 09:50 WIB

Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar saat menjadi operator mesin panen padi. Foto: Dok Biro Adpim

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan inflasi Provinsi Bantem terkendali di angka 3,15 persen pada bulan Juni 2023. Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) naik 0,85 persen, serta industri pariwisata naik 45,69 persen.

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Banten Bambang Widjanarko mengungkapkan inflasi di Tanah Jawara secara year on year masih dibawah angka inflasi nasional yang mencapai 4,33 persen.

“Hal tersebut bisa kita lihat secara M-t-M yang menyumbangkan sebesar 0,15 persen dan beberapa komoditas yang terus kita kendalikan. Dimana Provinsi Banten cukup terkendali untuk situasi di bulan Juni ini,” jelas Bambang saat dalam siaran resminya, Senin (3/7/2023).

Menurutnya, ada beberapa komoditas yang memberikan andil terbesar pada inflasi bulan lalu. Salah satu di antaranya menurut komoditas barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga pada urutan pertama ditempati oleh bensin sebesar 1,13 persen.

“Namun demikian, bensin mengalami deflasi sebesar 0,07 persen dan diikuti oleh cabai merah,” ungkapnya.

Data lain, Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Banten pada Juni 2023 yakni sebesar 103,55 atau mengalami kenaikan sebesar 0,85 persen dibandingkan Mei 2023. Kenaikan tersebut disebabkan oleh kenaikan Indeks Harga Terima Petani (It) 0,97 persen menjadi 123,23 serta naiknya Indeks Harga Bayar Petani (Ib) 0,12 persen menjadi 119,01.

“Adapun komoditas yang menjadi pemicu bagi indeks yang diterima petani itu gabah, pisang, dan daging ayam ras. Sedangkan untuk indeks harga bayar petani dipicu oleh komoditas ketimun, cabai rawit dan daging ayam ras,” jelasnya.

Disampaikan Bambang, harga gabah kering panen serta giling di Provinsi Banten mengalami kenaikan pada Juni 2023, dibandingkan bulan sebelumnya, baik di tingkat petani maupun di tingkat penggilingan.

“Untuk gabah kering panen (GKP) di tingkat petani harga rata-ratanya Rp 5.177 per kilogram atau naik 5,26 persen. Sedangkan gabah kering di tingkat penggilingan harga rata-rata sebesar Rp 5.320 atau naik sebesar 5,49 persen,” jelasnya.

Kemudian untuk gabah kering giling (GKG) di tingkat petani harga rata-rata sebesar 5.660 per kilogram atau naik sebesar 3,61 persen dan di tingkat penggilingan harga rata-data sebesar 5.686 per kilogram atau naik sebesar 3,75 persen.

Untuk perkembangan pariwisata, tingkat penghunian kamar gabungan pada bulan Mei 2023 mengalami kenaikan sebesar 45,69 persen. Terdapat kenaikan sebesar 7,55 poin dibandingkan pada bulan April 2023.

“Sementara itu jika dibandingkan bulan yang sama di tahun 2022, TPK Banten mengalami Penurunan. Tapi itu sebelum PPKM dicabut,” ungkapnya.

Kenaikan sektor pariwisata juga bisa dilihat dari rata-rata lama tamu menginap (RTLM).Dijelaskan pada bulan Mei 2023 RLTM mencapai 1,75 hari atau bertambah sebesar 0,15 poin dibandingkan April 2023.

“Dan hal tersebut artinya ada keseimbangan dari penghunian kamar dan lama menginap yang sama-sama meningkat pada sektor pariwisata ini,” tandasnya.

Editor :Rizal Fauzi

Bagikan Artikel

Terpopuler_______

Scroll to Top