Minggu, 14 Juli 2024
Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

BPS Catat 24 Provinsi Alami Inflasi pada Mei 2024

Esih Yuliasari

| 3 Juni 2024

| 11:00 WIB

Ilustrasi inflasi. (Foto: freepik/@brgfx)

EKBISBANTEN.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat dari 38 provinsi di Indonesia, sebanyak 24 provinsi diantaranya mengalami inflasi pada Mei 2024. Sementara itu, ada 14 provinsi yang mengalami deflasi.

Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, inflasi tertinggi terjadi di Papua Selatan yang mencapai 2 persen di sepanjang Mei 2024.

“Sementara deflasi terdalam terjadi di Banten sebesar 0,52 persen,” katanya dalam konferensi pers, Senin (3/6).

Adapun jika dilihat berdasarkan wilayahnya, inflasi di wilayah Sumatra dengan inflasi tertinggi terjadi di Sumatra Barat sebesar 0,51 persen. Sementara deflasi terdalam terjadi di Kepulauan Babel sebesar 0,32 persen.

Kemudian, di wilayah Kalimantan, inflasi tertinggi terjadi di Kalimantan Tengah sebesar 0,22 persen, dan deflasi terdalam terjadi di Kalimantan Selatan sebesar 0,01 persen.

Di wilayah Sulawesi inflasi tertinggi terjadi di Gorontalo sebesar 0,30 persen, dan deflasi terdalam terjadi di Sulawesi Selatan sebesar 0,10 persen.

Pada wilayah Jawa, inflasi tertinggi terjadi di Yogyakarta sebesar 0,08 persen, dan deflasi terdalam terjadi di Banten sebesar 0,52 persen.

Wilayah Bali Nusa Tenggara, inflasi tertinggi terjadi di Bali sebesar 0,10 persen, dan deflasi terdalam terjadi di Nusa Tenggara Barat sebesar 0,41 persen.

Terakhir, di wilayah Maluku Papua inflasi tertinggi terjadi di Papua selatan 2 persen dan inflasi terendah terjadi di Papua Barat Daya sebesar 0,09 persen.

Diketahui, BPS mencatat terjadi deflasi pada Mei 2024 sebesar 0,03 persen secara bulanan month on month (MoM). Lalu terjadi penurunan indeks harga konsumen (IHK) dari 106,40 pada April 2024 menjadi 106,37 pada Mei 2024.

“Inflasi Indonesia atau Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 2,84 pesem pada Mei 2024 secara tahunan. Sedangkan, inflasi tahun kalender (Mei 2024 terhadap Desember 2023) tercatat sebesar 1,16,” pungkas Amalia.*

Editor :Rizal Fauzi

Bagikan Artikel

Terpopuler_______

Scroll to Top