BPJS KT Serang Gelar Sosialisasi Program Jaminan Pensiun

99

Serang – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Kota Serang kembali melakukan sosialisasi kepada perusahaan guna meningkatkan kepatuhan pemberi kerja dalam penyelenggaraan program BPJS Ketenagakerjaan.

Asisten Deputi Wilayah Bidang Manajemen Mutu dan Rasio Yan Dwiyanto mengatakan, tujuan sosialisasi ini dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan kepada perusahaan terhadap kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk mendapatkan perlindungan jaminan hari tua dan jaminan pensiun.

“untuk saat ini kita gencar melakukan sosialisasi kepada perusahaan menegah kebawah,” kata Yan Dwiyanto kepada wartawan di Le Semar Hotel Jl. Bhayangkara No.50, Sumurpecung, Kec. Serang, Kota Serang, Banten, Kamis (18/7).

Yan mengatakan, Jaminan Pensiun merupakan program yang diperuntukkan bagi peserta/ahli waris pada saat memasuki usia pensiun, mengalamai cacat total tetap dan meninggal dunia.

Lanjut Yan menjelaskan, Perusahaan yang memiliki aset di luar gedung dengan nilai nol sampai Rp 50 juta termasuk kartegori Perusahaan mikro, kemudian perusahaan dengan aset Rp 50 juta sampai Rp 500 juta termasuk kartegori perusahaan kecil dan perusahaan dengan aset Rp 500 juta sampai Rp 10 milyar termasuk kartegori Perusahaan besar.

“Untuk sementara yang mengikuti program jaminan pensiun itu sebanyak 196,489 dari 285.000 tenaga kerja,” Kata Yan.

Muhammad Fanani Kepala Bidang Kepersertaan Cooporasi dan Institusi menyampaikan, Perusahaan yang di panggil saat ini untuk mengikuti sosialisasi adalah perusahaan menengah yang termasuk kartegori wajib mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan tapi belum menjadi peserta.

“dari 3400 perusahaan bekisar 300 perusahaan yang masuk kedalam kartegori wajib belum mengikuti program Jaminan pensiun,” Kata Muhammad Fanani.

Sementara itu Plt Kepala Upt Kota Serang dan Kota Cilegon Dudus Sujudi Maman mengungkapkan, pihaknya melakukan koordinasi kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan, Berpedoman kepada Kemenaker no 33 tahun 2016, pihaknya akan melakukan pengawasan pertama, pengawasan berkala serta penindakan hukum.

“sepanjang kami melakukan pengawasan terhadap Program Jaminan Pensiun belum menemukan permasalahan,” ujar Dudus Sujudi Maman.

Untuk wilayah Cilegon sebanyak 1500 perusahaan dan
Serang 250 perusahaan yang dalam pengawasan Upt Kota Cilegon dan Kota Serang.

“kita berpedoman kepada BPJS ketenagakerjaan untuk melakukan sosialisasi dan pembinaan,” Kata Dudus.

Yan Dwiyanto mengatakan, Kedepannya akan ada tindakan hukum untuk prusahaan yang melakukan pelanggaran,
pihaknya sudah berkomitmen dengan penegak hukum, Wasnaker, kejaksaan serta KPKNL.

“kita sudah berkomitmen untuk semester kedua sudah ditentukan perusahaan yang akan di periksa,” kata Yan.

Lanjut Yan, pihaknya telah melakukan evaluasi semester pertama sekaligus komitmen semester kedua, agar implementasinya berjalan sesuai dengan kesepakatan awal.

“pada intinya penegakan kepatuhan harus kita lakukan, kita memiliki petugas pemeriksa, tapi tidak bisa memberikan sanksi,” kata Yan.

Lanjut Yan, “yang bisa memberikan sanksi adalah penegak hukum dari petugas Wasnaker, dari Kejaksaan bahkan sampai ke perizinan,” ujar Yan. (Fikram)