BPBJ Kota Cilegon Bantah Digeledah KPK

35
Ilustrasi: Pengadaan barang dan jasa. (Foto grafis pengadaanbarang.co.id)

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Kota Cilegon membantah instansinya digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jum’at (13/11) kemarin.

“Saya sudah konfirmasi ke Pamdal Barjas dan 2 orang petugas FO (Front Office) mereka memastikan tidak ada petugas KPK atau siapapun pihak luar yang masuk ke Barjas untuk mengambil dokumen,” ujar Kepala Bagian BPBJ Setda Kota Cilegon Mariano dalam keterangan tertulis kepada Ekbisbanten.com, Minggu (15/11).

Lebih lanjut, Mariano juga menjelaskan bahwa SOP di Barjas itu mekanisme masuk kedalamnya harus menggunakan fingerprint.

“SOP di Barjas itu pintu masuk ke ruang dalam dari ruang FO adalah pintu geser dengan mekanisme fingerprint untuk membukanya, jadi siapapun yang tidak berkepentingan tidak bisa memasuki ruang dalam Barjas tanpa didampingi oleh petugas Pamdal atau FO itu sendiri,” tegasnya.

Mariano juga menjelaskan bahwa dari bukti CCTV yang ada menunjukkan bahwa di waktu tersebut tidak ada orang yang dikenal masuk.

“Hasil rekaman CCTV pun tidak menunjukan ada pihak KPK atau siapapun yg tidak dikenal memasuki ruang dalam Barjas,” dan saya pun pada waktu itu berada di kantor Bag Barjas dan tidak ada penggeledahan ujar Mariano yang dikonformasi akan kebeneran kabar ini.

Sementara itu, dari tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK, Asep ketika dikonfirmasi menegaskan bahwa tidak benar kalau KPK menggeledah ULP. (*/Oman)