Bos Pelabuhan Cilegon Mandiri Beberkan Strategi Perseroan Agar Cuan di 2022

20
PT PCM
Direktur Utama PT PCM Muhammad Willy saat diwawancarai wartawan di restoran The Surosowan, Rabu (29/12/2021). Foto: Maulana/Ekbisbanten.com

CILEGON, EKBISBANTEN.COM – Direktur Utama PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) Muhammad Willy membeberkan sejumlah strategi perseroannya dalam mengoptimalisasi pendapatan bisnis di tahun 2022 mendatang.

“Pertama meningkatkan pendapatan dari bisnis kapal pandu tunda dulu. Yang sudah ada dari lima kapal ini bagaimana utilisasinya, ternyata utilisasinya bisa dinaikkan lagi dari bisnis yg ada,” katanya kepada wartawan, Rabu (29/12/2021).

Willy mengaku untuk meningkatkan pendapatan, dirinya telah memulai dengan menambah satu kapal pandu tunda untuk mengambil market yang cukup besar di daerah Bojonegara, Kabupaten Serang.

“Di daerah utara itu ada 30 Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS), daerah Bojonegara. Jadi itu marketnya yang selama ini belum pernah disentuh oleh PCM. Itu market yang oke, tapi gak bisa kita ganggu bisnis yang sekarang,” ujarnya

“Karena gak boleh diganggu, makanya kita tambah satu armada, itu dari bisnis yg ada pendapatannya masih nomor satu,” sambungnya.

Kemudian, Willy menuturkan rencana kedua adalah menekan pembiayaan operasional. Hal itu dilakukan agar penggunaannya lebih efektif dan efisien. Salah satu hal yang sudah dilakukan PT PCM adalah menekan konsumsi bahan bakar kapal pandu tunda.

“Ada dua vendor BBM, saya minta diskon, akhirnya mereka kasih diskon 25 persen, signifikan banyak itu 25 persen. Disetujui langsung, sehingga dari sisi BBM itu dalam Minggu ketiga sudah diskon 25 persen, sehingga konsumsi bahan bakar masing masing kapal tunda kita perbulan hampir 200 ton sekarang kita batasi cuma 120 ton,” tuturnya.

Rencana ketiga untuk memajukan PT PCM adalah dengan meningkatkan tata kelola perusahaan yang lebih terintegrasi, dimulai dari Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan.

Bahkan, dikatakan Willy, PT PCM akan membuat sebuah aplikasi yang mengintegrasikan semua kegiatan dalam satu sistem. Hal itu dilakukan demi terwujudnya prinsip Good Corporate Government (GCG) dan menarik pelanggan untuk menggunakan jasa PT PCM.

“Jadi kalau saya punya cita-cita adalah itu pelanggan kami bisa dari handphone aja, biar kaya GO-JEK aja. Ketahuan nanti trackingnya lagi di mana kapal pandu tundanya, jam berapa dia mau tiba. Terus nanti langsung online dari receiving order sampai invoiceing seharusnya ada yang seperti itu, nah kita lagi desain itu lah agar bagaimana memenuhi apa yang kita mau,” ujarnya.

“Mudah-mudahan dalam beberapa bulan ke depan sistem IT sudah bisa kita terapkan,” imbuhnya.

Kemudian rencana yang terakhir adalah merealisasikan pembangunan Pelabuhan Warnasari. Willy menilai, pembangunan Pelabuhan Warnasari akan berdampak positif untuk perekonomian Kota Cilegon.

Penilaian itu ia sampaikan setelah bertemu dengan beberapa Professor yang ahli dalam konstruksi dari Universitas yang biasa mengerjakan proyek tersebut.

“Kalau sebetulnya saya lihat, kalau ditanyakan kepada seluruh masyarakat Cilegon yang tidak ada kepentingan, yang obyektif pasti setuju Pelabuhan Warnasari ini jadi. Maksud saya ini kan cita-cita dari masa lalu, dari pendiri Cilegon bagaimana supaya merealisasikannya, kita harus merealisasikan,” katanya.

Oleh karena itu, Willy berharap mendapat dukungan dari seluruh masyarakat Kota Cilegon untuk bagaimana memajukan BUMD milik Pemerintah Kota Cilegon itu.

“Jadi sekarang ini lebih baik kita menata diri. Saya di PCM Kita melihat masa depan bagaimana membangun ke depannya bagaimana kita merintis semua supaya tujuannya tercapai. saya berharap bagaimana supaya ke depannya lebih baik perlu dukungan, support dari masyarakat dan media agar bisa tercapai tujuannya,” tutupnya.***