BNNP Banten Musnahkan 989,7 Gram Shabu dan 298 Kg Ganja

29

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Bandan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten melakukan pemusnahan narkoba golongan satu dengan jenis Shabu 989,7 Gram dan Ganja 298 Kg yang merupakan barang bukti ungkap kasus penyeludupan yang di gagalkan 28 Juni dan 30 Juni 2020 lalu.

Kepala BNNP Banten, Brigjen Tatan Sulistyana mengatakan penggagalan penyeludupan Shabu dilakukan di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Minggu (28/6). Kata dia, pihaknya mendapatkan informasi dari warga bahwasannya akan ada dua orang penumpang pesawat yang akan membawa narkotika jenis shabu.

Kata dia, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat yang ditindak lanjuti oleh BNNP Banten. Pada saat penangkapan BNNP Banten bekerjasama dengan keamanan bandara untuk melakukan penyelidikan dan berhasil melakukan penangkapan terhadap dua orang tersangka yang berperan sebagai kurir berinisial MD (21) dan SH (24).

“Kami menemukan 8 paket shabu yang disembunyikan di alas kaki sepatu penyelundup yang berasal dari Medan dan akan menuju sulawesi seberat 989,7 gram pada pukul 21:30 WIB,” kata Tatan dalam siaran Pers di Gedung BNNP Banten, Kamis (2/7) pagi.

Selain barang bukti shabu BNNP Banten juga mnyita barang bukti lain seperti sepasang sepatu merk Eagle dan Carvil, KTP, ATM BRI, 2 unit HP dan uang tunai Rp 850 ribu.

Sementara itu, untuk pengungkapan narkoba jenis ganja seberat 298 Kg di Jalan Raya Merak tepatnya di Depan Pool Laju Prima. Kata Dia, BNNP Banten berhasil menangkap tersangka berinisial GS (27) dan MP (26) yang bertugas sebagai kurir.

Modus pelaku untuk menyeludupkan ganja tersebut dengan cara menimbun ganja dengan peti buah alpukat. Rencanyana barang haram tersebut akan diedarkan di wilayah Banten dan Jakarta.

“Para pelaku menyelundupan barang ini menggunakan mobil merk Hino dengan plat nomor F 8830 UK yang di dalamnya berisi 6 karung ganja dan ditimbun bersama peti buah Alpulat,” kata Tatan.

Dari hasil pengungkapan tersebut BNNP Banten juga mengamankan tiga unit HP dan satu keping SIM B1 milik GS (27) sebagai barang bukti.

Untuk pemilik dan penerima barang kedua barang haram tersebut BNNP Banten masih melakukan pengembangan dan penyelidikan kasus.

Akubat dari perbuatan pelaku akan dikenakan pasal 114 ayat (2) JO pasal 111 ayat (2) JO pasal 132 (1) UU RI No 36 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan sanksi kurungan 20 tahun.

“Kurungan seumur hidup bahkan hukuman mati,” tutup Tatan. (Agam)