Bisnis Souvenir Suku Baduy Anjlok

9

LEBAK, EKBISBANTEN. COM – Bisnis Souvenir Suku Baduy mengalami penurunan hingga 40 persen. Hal itu dikarenakan sejak adanya wabah virus corona (Covid-19) mewabah. Oleh karena itu pemerintah memberikan imbauan dan maklumat dari Kapolri untuk tidak membuat kegiatan yang menyebabkan kerumunan.

Hal tersebut sangat mempengaruhi bisnis souvenir yang digeluti oleh warga Suku Baduy luar. Hal itu dikarenakan para wisatawan enggan berkunjung ke Desa Kanekes karena takut terpapar virus corona.

Salah seorang warga Suku Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Ayu Dewi Lestari mengungkapkan sejak adanya wabah virus corona pendapatannya menurun drastis.

Penghasilan Ayu sebelum adanya wabah virus corona mencapai jutaan rupiah pada akhir minggu dikarenakan banyaknya pengunjung yang berdatangan ke wilayah Suku Baduy.

“Kalau hari Sabtu dan Minggu bisa mencapai Rp1 juta kadang-kadang bisa lebih, ” Katanya kepada Ekbisbanten, Senin (29/6).

Selain Ayu hal serupa juga dikeluhkan oleh Sakra ia mengungkapkan dengan adanya wabah virus corona mengakibatkan penurunan pendapatan dari hasil penjualan souvenir.

Kendati demikian ia tidak kehabisan ide, ia melakukan penjualan melalui online baik dari sosial media (Sosmed) maupun startup yang menyediakan lapak untuknya berdagang.

“Jualan online juga nanti ada yang datang dari pengiriman (Kurir) yang mengambil barang untuk dikirimkan, ” Ujarnya.

Ditengah himpitan virus corona yang terus menggencetnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ia pergi ke kebun untuk sekedar mengambil hasil ladang.

“Padi, pisang dan umbi-umbian, ” Katanya. (Red02)