BI Prediksi Ekonomi Selama Tahun 2021 Tumbuh 4,3-5,3 Persen

15
Komoditas cabai di pasar Rau. Foto/Yohana/Ekbisbanten.com

EKBISBANTEN.COM – Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 berada pada kisaran 4,3-5,3 persen, atau lebih rendah dari perkiraan sebelumnya pada kisaran 4,8-5,8 persen sejalan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2020.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, meskipun lebih rendah dari perkiraan, ekonomi pada triwulan IV-2020 membaik dengan kontraksi yang lebih rendah dari  triwulan sebelumnya sebesar 3,49 persen year on year (yoy). Secara keseluruhan tahun 2020 ekonomi terkontraksi 2,07 persen.

“Ke depan, perbaikan ekonomi domestik diperkirakan akan berlanjut sejalan dengan pemulihan ekonomi global dan akselerasi program vaksin nasional oleh pemerintah,” kata Erwin melalui rilis BI, Kamis (18/2).

Sementara itu, perbaikan kinerja ekspor juga tercatat di sejumlah wilayah, khususnya di Sulampua (Sulawesi, Maluku, Papua), Jawa, dan Sumatera.

Untuk mendorong masih lemahnya permintaan domestik, sinergi kebijakan ekonomi nasional terus diperkuat. Sinergi kebijakan mencakup lima aspek yaitu, (i) pembukaan sektor-sektor produktif dan aman, (ii) akselerasi stimulus fiskal, (iii) penyaluran kredit perbankan dari sisi permintaan dan penawaran, (iv) berlanjutnya stimulus moneter dan makroprudensial, serta (v) percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya terkait pengembangan UMKM.

Masih kata Erwin, pemulihan perekonomian global diprakirakan semakin membaik. Perkembangan tersebut sejalan dengan implementasi vaksinasi Covid-19 di banyak negara untuk membangun herd immunity dan mendorong mobilitas, serta berlanjutnya stimulus kebijakan fiskal dan moneter.

“Sejalan dengan perbaikan ekonomi global tersebut, volume perdagangan dan harga komoditas dunia terus meningkat sehingga mendukung perbaikan kinerja ekspor negara emerging, termasuk Indonesia. Sementara itu, ketidakpastian di pasar keuangan global diprakirakan menurun seiring dengan ekspektasi perbaikan perekonomian dunia,” terang Erwin. (*/raden)