BI: Defisit Fiskal Pemerintah Tembus Rp1.400 Triliun, Sebagian Ditutup dari Utang

61
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Kamis (9/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia
JAKARTA, EKBISBANTEN.COM – Bank Indonesia (BI) memperhitungkan sebagian dari total defisit fiskal pemerintah sebesar Rp1.400 triliun akan dibiayai melalui pinjaman dari lembaga dunia dan pasar obligasi.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan sebanyak Rp500 triliun defisit fiskal akan dibiayai dari saldo kas pemerintah di BI dan perbankan nasional, dana BLU, pinjaman ADB dan Bank Dunia serta penerbitan obligasi valas.


“Ini hitung-hitungan kasar kami, untuk defsit fiskal sekitar Rp1.400 triliun,” ujar Perry dalam press briefing virtual, Kamis (29/4/2020).

Dari sisanya sebanyak Rp900 triliun, sekitar Rp225 triliun sudah dikeluarkan sehingga sisanya menjadi Rp775 triliun.


Dari total tersebut, Rp150 triliun dipakai untuk pemulihan ekonomi. Sebanyak Rp100 triliun akan ditopang oleh kebijakan pelonggaran Giro Wajib Minimum (GWM) BI sehingga perbankan dapat menyerap SBN. melansir Bisnis.com, Rabu (29/4).

Sisanya sebanyak Rp425 triliun akan dipenuhi melalui lelang SBN. “Kalau kami hitung sisa lelang sampai akhir tahun, kebutuhannya dari lelang tidak melonjak.” (Bisnis.com)

sumber : Bisnis.com