BI Banten Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Membaik di Triwulan III dan IV 2020

9
Foto Screenshoot BI

SERANG, EKBISBANTEN.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten optimis pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan ketiga dan keempat Tahun 2020 berangsur membaik seiring kondisi pasar Tingkok yang tumbuh positif diangka 1,8 persen.

“Kita bisa memanfaatkan pertumbuhan ekonomi Tiongkok lewat ekspor, walaupun ekonomi Banten masih terkontraksi pada triwulan II sebesar -7,40 persen. Ditambah lagi, industri hulu di Banten masih mencatatakan produksi dan penjualan yang baik, seperti industri alas kaki dan baja,” kata Kepala KPw BI Banten Erwin Soeriadimadja dalam kofrensi pers laporan perekonomian Provinsi Banten periode Aguatus 2020 secara virtual, Selasa (15/9).

Erwin juga menambahkan, indikator lain yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Banten diantaranya sektor perdagangan, konsumsi rumah tangga, investasi dan kontruksi.

“Hal tersebut tercermin dari membaiknya beberapa indeks survei konsumen Bank Indonesia,” kata Erwin.

Tidak hanya itu, untuk mendorong ekonomi regional supaya memberikan kontribusi yang tinggi BI Banten terus berupaya mendorong UMKM unggul, melinkedkan UMKM dengan e-commerce yang sudah ada supaya menembus pasar ekspor.

“Kami yakin dengan cara ini dapat meningkatkan UMKM di Banten,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan Satuan Layanan Administrasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Erry P. Suryanto mengatakan, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Banten, BI Banten mendorong pemerintah melakukan percepatan penyaluran bantuan sosial guna meningkatkan perekonomian dan konsumsi masyarakat.

“Saat ini realisasi anggaran dari pemerintah Provinsi Banten baru 64 persen, berbagai bantuan juga sedang dilakukan penyaluran supaya tersalurkan dengan tepat,” papar Erry.

Kemudian, untuk mengatur digitalisasi penyaluran dana dari pemeintah pusat ke setiap provinsi maupun kabupaten/kota terus diupayakan untuk percepatan penyaluran dana.

“Tinggal menunggu pengesahan resmi dari presiden,” pungkas Erry. (Raden)